Pos Pelayanan Kesehatan Kampung Banti Dijadikan Klinik Pratama, Reynold: Warga yang Sakit Tidak Perlu Lagi ke Tembagapura

by -
Warga kampung banti sedang berobat di Puskesmas banti
Warga kampung banti sedang berobat di Puskesmas banti

Timika, fajarpapua.com – Untuk memudahkan warga yang bermukim di Kampung Banti I, Banti II, Opitawak, Kimbeli dan sekitarnya mendapatkan akses layanan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika akan meningkatkan status Pos pelayanan kesehatan Kampung Banti, Distrik Tembagapura menjadi Klinik Pratama dengan petugas kesehatan standar.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, SST, M. Epid kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan beberapa kepala kampung di Banti, Kamis (9/9).

Reynold mengungkapkan, kunjungan dirinya beserta staff bertujuan untuk
mengecek pelayanan pos kesehatan di Banti, pasca kembalinya warga dari lokasi pengungsian.

“Selain itu kami melakukan pengecekan dan klarifikasi terkait laporan adanya dua warga yang meninggal secara berturut-turut. Serta untuk melihat kesiapan tenaga kesehatan yang melayani warga,” ujarnya.

Berdasar pengamatan lanjut Reynold, Dinkes Kabupaten Mimika akan memperkuat Pos Pelayanan kesehatan Banti menjadi klinik pratama.

Untuk menjadikan Pos Pelayanan Kesehatan Banti menjadi Klinik Pratama, pihaknya akan berkolaborasi dengan Departemen Social & Local Development (SLD), Papuan Affairs Department dan juga YPMAK.

“Dengan kolaborasi ini, sehingga seluruh komponen baik pemerintah daerah, PTFI serta YPMAK bersama-sama menangani masalah kesehatan di Banti dan Opitawak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Takut Gunakan Dana Desa, Bekas Pengungsi Timika Tagih Janji Wakil Menteri PU Bangun Ratusan Rumah

Untuk tenaga kesehatan yang nantinya akan bertugas di Klinik Pratama Banti, jelas Reynold, akan ditempatkan 29 orang terdiri dari dokter 1 orang, bidan 8, perawat 8, analis kesehatan 1 orang, gizi 1 orang dan farmasi 1 orang.

“Tapi untuk tenaga akan kita lengkapi setelah bangunan klinik. Dinkes Mimika, saat ini juga tengah membangun pendekatan dengan SLD untuk merehab tempat untuk melayani warga yang sakit,” jelasnta.

Selain itu ujar Reynold, Tim Rumah Sakit Tembagapura termasuk Public Health dan Malaria Control (PHMC) juga nantinya diharapkan bisa membantu melakukan pelatihan bagi petugas dan tenaga kesehatan di Tembagapura.

Reynold mengungkapkan, dengan peningkatan status pos pelayanan kesehatan ini, nantinya akan memudahkan warga Banti I, Banti II, Opitawak, Kimbeli dan sekitarnya mendapat akses pelayanan kesehatan.

“Sehingga warga yang sakit tidak perlu ke Tembagapura apalagi ibu-ibu yang mau melahirkan cukup dilayani di Banti,” kata Reynold. (mar)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.