BERITA UTAMAMIMIKA

“Apakah Budaya Mimika Bisa Menuju Internasional?”

cropped cnthijau.png
4
×

“Apakah Budaya Mimika Bisa Menuju Internasional?”

Share this article
Podcast fajarpapua.com ke #12
Podcast fajarpapua.com ke #12

Narasi Podcast #12 Fajarpapua.com

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Pada tanggal 3 Oktober 2021 podcast fajarpapua.com mendatangkan seorang narasumber, Paulus Yanyaan atau yang biasa disapa Alfo Smith. Host yang membawa podcast tersebut seorang wanita karier Anita Rahmat di mana sosok Anita sangat interest dalam bidang podcast.

Pada kesempatan kali ini Podcast fajarpapua.com mengangkat tema tentang “Apakah Budaya Mimika Bisa Menuju Internasional?”.

Alfo mengatakan tidak menyangka bahwa PON XX Papua sangat luar biasa karena opening ceremony yang menampilkan banyak kejutan yang tak teduga.

Tanggapan Alfo mengenai tarian kolosal yang dibawakan saat opening ceremony PON XX Papua menggambarkan karakter masyarakat umum yang ada di Papua, kostum yang menghadirkan beberapa suku besar yang terkenal di Papua umumnya misalnya dari wilayah meepago wilayah dan lainnya.

Pordcast yang hanya menyita waktu 1 jam itu sangat luar biasa karena dengan acara atau durasi yang sempit tetapi mereka bisa menghadirkan beberapa karakter Papua umumnya.

Selama podcast Alfo menceritakan perjalanan kuliah dan karirnya dimana tugas sosialnya kini mengangkat budaya kamoro.

Alfo juga melakukan pendekatan kepada master budaya yaitu pak Dominggus Kapiyau dan Thomas Wateyauw. Alfo melakukan eksplor tentang budaya kamoro seperti apa dan banyak hal tentang suku Kamoro.

Dia mengatakan budaya Kamoro akan sampai ke taraf intenasional dimana sanggar yang dikelolanya pernah diundang ke Thailand dan Australia, serta eksebisi di beberapa negara.

Alfo berharap bisa mengundang seniman asal Belanda untuk menjadi pembicara pada seminar-seminar di Indonesia. Selain itu sanggar Amuta Wapuri juga pernah melakukan pentas di GOR Sumantri Kuningan Jakarta. Dia mengaku banyak peluang dan kesempatan untuk budaya Kamoro melaju pada kanca Internasional.

Budaya kamoro pada tahun 2019 hampir dilaksanakan di luar negeri tapi karena pandemic covid-19 membuat tarian yang akan dipentaskan di kanca internasional dibatalkan.

Ia mengatakan belum ada kesempatan pada tahun 2021 ini namun berharap tahun 2022 bulan Oktober akan diadakan pentas seni di Inggris.

Tari kontemporer menurut Alfo sulit untuk para penari. Perfomence dan menuju perfom perlu waktu paling sedikit satu jam, sedangkan paling lama tiga jam.

Di akhir podcast Alfo menyampaikan pesan kepada teman-teman semua yang ada di Kabupaten Mimika yang berjiwa muda agar bisa membuka diri kepada semua orang. Beri dukungan kepada semua teman-teman yang berkarya di kabupaten ini sehingga dari dukungan itu teman-teman bisa merasa bebas terus berkarya. Host juga menyampaikan kesimpulan bahwa sampai selesai PON, sukses dengan karirnya sebagai koreografer juga dalam project-project di Tahun 2022 bahwa budaya Mimika pantas untuk tampil di dunia internasional.(kr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *