Enam Kontingen Sabet Medali Emas Hari Pertama Lomba PSA Pesparawi XIII

by -
Foto: Sevianto Pakiding/ PPD Pesparawi XIII   Triefa R Wondiwoy, peserta dari Kontingen Jayapura yang meraih medali emas dengan nilai tertinggi.
Foto: Sevianto Pakiding/ PPD Pesparawi XIII   Triefa R Wondiwoy, peserta dari Kontingen Jayapura yang meraih medali emas dengan nilai tertinggi.

Timika, fajarpapua.com – Kategori lomba Paduan Suara Anak (PSA) Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se- Tanah Papua yang digelar, Senin (01/11) di arena Gedung Olahraga (GOR) Futsal SP2 berhasil menunjukkan keunggulan Enam Kontingen Peserta pesparawi yang menyabet Enam Medali Emas.


Hari ini mengambil bagian 10 kontingen dalam Lomba Kategori Paduan Suara Anak (PSA) dan setiap kontingen tampil, dengan membawakan tiga lagu yakni lagu wajib, pilihan terikat dan pilihan bebas.


Dari 10 kontingen yang bertanding, enam kontingen diantaranya berhasil menyabet medali emas.

banner 300250


Enam Kontingen tersebut adalah Kabupaten Biak Numfor dengan nomor urut lomba Enam berhasil memperoleh nilai 84,15 dan berhak mendapatkan Medali Emas, Kabupaten Mimika dengan nomor urut lomba 27 meraih Medali Emas dengan total perolehan nilai 83,73, Kabupaten Nabire dengan nomor urut tampil 24 meraih medali emas dengan perolehan nilai 82,25, Kota Jayapura dengan nomor urut tampil 14 menyabet medali emas dengan perolehan nilai 82,10, Kabupaten Waropen dengan nomor urut tampil dua mendapatkan Medali Emas dengan perolehan nilai 80,83 dan Kabupaten Asmat dengan nomor urut tampil 19 mendapatkan Medali Emas dengan perolehan nilai 80,48.


Sementara empat tim lainnya yakni Kabupaten Merauke, Jayawijaya, Deiyai dan Dogiya masing masing mendapatkan Medali Perak. Kabupaten Jayawijaya memperoleh nilai 79,80, Kabupaten Merauke 79,25, Kabupaten Deiyai memperoleh nilai 74,45 dan Kabupaten Dogyai memperoleh nilai 72,15.


Perlombaan pada kategori PSA dinilai oleh juri-juri profesional yang memiliki segudang pengalaman baik itu di tingkat nasional maupun internasional.

Diantaranya adalah Aida Swenson Simanjuntak, sebagai juri kepala ,Aris Sudibyo,Agastya Rama Listya, Delima Simamora dan Bambang Yuswo Hadi.


Aida Swenson Simanjuntak adalah seorang juri nasional dan internasional yang memiliki segudang pengalaman menjadi juri. Diantaranya World Choir Games 3, tahun 2004 di Bremen Jerman, World Choir Games ke 4, di Xiamen China, Johannes Brahms Choir Commpetition Wernigeredo Jerman, World Choir Olimpic ke 5 di Graz Austria dan masih banyak lagi perlombaan internasional yang melibatkan dirinya menjadi juri.


Juri lainnya, Aris Sudibyo adalah Kepala Program Apresiasi dan Perkembangan Musik Universitas Kristen Petra Surabaya, Pengajar vocal,conducting dan childrens music ministry pada program extension musik gereja di Universitas Kristen Petra dan pelatih paduan suara di Universitas Kristen Petra.

Juri ketiga, Agastya Rama Listya, Agastya sendiri adalah alumnus S3 Bidang Etnomusikologi dari Etago University, Selandia Baru, Tahun 2018.


Juri keempat Delima Simamora, dosen vokal Universitas Pelita Harapan, dosen vokal pada institute Wasley Jakarta dan Kepala Sekolah Musik Yamuger.

Bambang Yuswo Hadi adalah Tim Inti Nyanyian Gereja (TING)Yamuger, Pengajar Paduan Suara di gereja gereja dan kursus musik.(Marsel Balawanga/Ety Welarubun/Sam Nussy/Pesparawi XIII)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.