Simak !!!, Ini Pesan Penting Ketum Panpel dan ketua LPPD Provinsi Papua Pada Penutupan Pesparawi XIII

by -
Suasana kemeriahan saat penutupan Pesparawi XIII se-Tanah Papua.
Suasana kemeriahan saat penutupan Pesparawi XIII se-Tanah Papua.

Timika, fajarpapua.com – Sabtu (6/11), Pesparawi XIII se-Tanah Papua resmi berakhir. Acara penutupan yang dilaksanakan di Mimika Sport Complex (MSC) itu berlangsung meriah.

Seperti yang disaksikan fajarpapua.com, ribuan peserta dan warga Timika memadati tribun gedung buatan PT Freeport Indonesia itu. Acara diawali dengan ibadah agung yang dimulai pukul 16.00 WIT, dilanjutkan dengan ramah tamah. Tarian kolosal menambah semaraknya lomba tiga tahunan gereja di tanah Papua itu.

banner 300250

Mimika sebagai miniatur Indonesia semakin nampak dengan tampilan penari berbaju adat Aceh meliukkan badan sekaligus membawa piring ditelapak tangannya. Diikuti penari perempuan berbaju adat Betawi yang membawakan tari Jaipong, dipadukan dengan penari berbaju adat Papua bersama-sama menari memadati arena lantai basket MSC.

“Mimika jadi contoh jadi teladan. Ada toleransi semua orang bisa hidup bersama. Sesuai motto Pesparawi dari Mimika untuk kedamaian Indonesia yang menunjukan Mimika selalu hidup bersama-sama sebagai contoh toleransi di Papua bahkan Indonesia,” ungkap Ketua Panitia Umum Pesparawi XIII se-Tanah Papua, Johannes Rettob dalam sambutannya.

Dia mengatakan hal itu dibuktikan dengan pelayanan panitia yang melibatkan berbagai macam pemeluk agama.

Terkait pelaksanaan Pesparawi XIII, JR mengatakan setiap kontingen datang wajib mengikuti pemeriksaan malaria dan ada 60 kasus yang ditemukan.

“Selama Pesparawi panitia melakukan pemeriksaan antigen, dan malaria ternyata ada yang positif dan tanpa gejala tapi sudah diberi obat,” pungkasnya.

Panitia juga menyiapkan pemeriksaan PCR dan antigen gratis bagi peserta.

JR menilai prestasi yang diraih semua peserta selama perhelatan Pesparawi ini luar biasa hingga medali emas habis. Untuk medali yang kurang panitia memesan kembali dan rencananya hari ini atau besok tiba di Timika.

“Kalau medali sudah tiba panitia akan mengirim atau antar langsung ke daerah bapa ibu kontingen sekalian,” katanya.

Soal sponsor, dia tidak menyebut satu persatu namun dia mengucapkan terima kasih atas dukungan demi tersenggaranya pesta iman ini di Kabupaten Mimika.

“Selama pesparawi diselenggarakan ada yang baru pertama kali ikut yaitu Kabupaten Mamberamo Raya. Juga ada bupati yang semangat dan serius mendukung kontingen sehingga beliau ada di setiap venue lomba mengontrol timnya mengikuti perlombaan,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua LPPD Provinsi Papua, Elia Loupaty, SE dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Pesparawi di Mimika luar biasa karena keamanan terjamin dan pelayanan panitia yang luar biasa.

“Pesparawi telah memberi nilai positif terhadap kualitas akomodasi, kualitas transportasi, kualitas konsumsi, serta kualitas lainnya. Apresiasi buat Pemkab dan panitia yang sukses melaksanakan pesta iman ini,” ujarnya.

Sebagai rekomendasi dia mengatakan hendaknya Pesparawi berikut perlu menciptakan pianis yang handal, kondaktor yang handal, dan pelatih yang handal. Bila perlu, setiap kabupaten/kota mempunyai pianis sendiri.

“LPPD harus punya bobot buat pemerintah daerah. Bobot dalam memahami karakter lagu, karakter musik, kepelatihan. Anggota Pesparawi harus jauh dari narkoba, HIV/ AIDS, miras dan ini harus dikampanyekan. Oleh karena itu LPPD harus dekat dengan Pemkab dan Pemkot,” harapnya.

Acara penutupan dihadiri Ketua DPRP dan Ibu, Bupati Membramo Tengah Riki Ham Pagawa, Bupati dan Ketua DPRD Biak, para pejabat daerah, Ketua LPPD kabupaten/kota dan dihibur oleh artis-artis Papua dan nasional dan tarian-tarian khas dari Timika.(mar)
.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.