Mimika Dukung PPKM Level 3 Cegah Gelombang Ketiga COVID-19

by -
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra

Timika, fajarpapua.com- Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua mendukung penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia sebagaimana Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021 dalam upaya mencegah melonjaknya kembali kasus COVID-19 selama liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra di Timika, Jumat, mengatakan Instruksi Mendagri tersebut wajib diikuti oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia sebagai acuan untuk membatasi mobilitas warga selama liburan Natal dan Tahun Baru.

“Ini strategis yang diambil pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat COVID-19, apalagi penduduk Indonesia usia lanjut (lansia) belum banyak divaksin, dan cakupan vaksinasi pada remaja maupun anak kurang dari 12 tahun itu belum dimulai,” kata Reynold.

Belajar dari pengalaman liburan Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya dan juga liburan Idul Fitri pada bulan Mei lalu, terjadi kenaikan jumlah kasus COVID-19 secara nasional maupun di Mimika.

“Momentum libur umum itu biasanya masyarakat bergerak kemana-mana. Kalau ini tidak dibatasi, potensi terjadi kenaikan kasus COVID-19. Itu yang terjadi setelah liburan Natal dan Tahun Baru lalu dan juga liburan Idul Fitri. Dengan membatasi pergerakan orang untuk bepergian kemana-mana, tentu upaya pemulihan ekonomi pada awal tahun 2022 diharapkan lebih cepat terjadi,” ujar Reynold.

Saat penyelenggaraan PON XX Papua di Mimika pada akhir September hingga pertengahan Oktober lalu, jumlah kasus COVID-19 sempat mengalami kenaikan.

Setelah momentum PON XX, katanya, kasus COVID-19 di Mimika kembali turun dan sempat kembali naik lagi saat berlangsung kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi/Pesparawi XIII tingkat Provinsi Papua dan sekarang ini kembali turun.

“Saat ini rata-rata temuan kasus COVID-19 di Mimika per minggu cuma satu kasus dengan tingkat kesembuhan mencapai 98 persen. Sekarang ini pasien aktif COVID-19 di Mimika tersisa 13 orang, mereka semuanya melakukan isolasi mandiri,” jelas Reynold.

Adapun cakupan vaksinasi COVID-19 di Mimika untuk dosis pertama sudah mencapai 66 persen dan dosis kedua baru mencapai 52 persen.

BACA JUGA:  Cek Jenis Varian, Pagi Ini RSUD Mimika Kirim 2 Sampel Covid-19 ke Litbangkes Jayapura

Dinkes setempat menargetkan hingga akhir Desember nanti cakupan vaksinasi dosis pertama di Mimika bisa mencapai 70 persen dan dosis kedua sekitar 60 persen serta diharapkan pada April 2022 cakupan vaksinasi dosis kedua bisa mencapai 70 persen untuk terbentuk kekebalan komunitas (herd immunity).

Untuk mengejar target tersebut, saat ini seluruh Puskesmas di Kota Timika dan sekitarnya terus berupaya mempercepat program vaksinasi dengan prioritas yaitu para remaja, terutama pada anak-anak sekolah dan para lansia.

“Percepatan vaksinasi ini ini menjadi salah satu langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19 gelombang ketiga setelah liburan Natal dan Tahun Baru,” kata Reynold.

Reynold menambahkan bahwa Instruksi Mendagri tersebut sifatnya menyeluruh dan mengikat, tidak saja kepada Pemda tetapi kepada semua pihak untuk taat dan patuh dalam melaksanakan penegakan protokol kesehatan, mengaktifkan kembali satuan tugas penanganan dan pencegahan COVID-19 dan mempercepat program vaksinasi.

Ia berharap seluruh warga Mimika memetik pelajaran penting saat terjadinya lonjakan kasus COVID-19 yang sangat drastis pada periode akhir Juni hingga awal September lalu, setelah liburan Idul Fitri.

“Belajar dari kejadian setelah liburan Idul Fitri tahun ini diharapkan masyarakat tidak cepat puas dan harus tetap waspada serta bijaksana untuk mematuhi prokes. Di bulan Juli hingga Agustus angka kematian di Mimika akibat COVID-19 sangat luar biasa,” ujarnya.

Di periode gelombang kedua penularan COVID-19 di Mimika itu, katanya, terjadi banyak kasus kematian, dan persediaan oksigen habis.

“Kondisi itu menjadi pembelajaran penting supaya di hari liburan umum pada momen Natal dan Tahun Baru kita tidak menuai lagi gelombang ketiga yang merenggut banyak nyawa dan membuat rumah sakit serta fasilitas kesehatan penuh sesak dengan pasien, apalagi persediaan oksigen sampai habis,” kata Reynold.(ant)

A valid URL was not provided.