Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Ditengah Upaya Musdat oleh Sekelompok Pihak, Lemasa Tetap Bekerja, Monitoring dan Evaluasi 11 Wilayah Adat

Stingal Johnny Beanal
Stingal Johnny BeanalFoto / MIMIKA
Redaksi1 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Meskipun digoyang upaya musyawarah adat (Musdat) oleh Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA), memasuki tahun 2022, Lembaga Musyawarah Adat Amungme (Lemasa) tetap melaksanakan dua program.

Yang pertama monitoring dan evaluasi ke 11 wilayah adat dan kedua merehab kantor Lemasa yang di Mile 32 sehingga tahun depan Lemasa bisa berkantor di tempat tersebut.

Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johnny Beanal kepada wartawan di kantornya mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan agar Lemasa dapat mengetahui keluhan masyarakat adat di wilayah masing-masing.

"Dengan monitoring kami bisa tahu apa yang masyarakat inginkan dari Lemasa untuk tahun ini dan tahun berikutnya," tukasnya.

Sementara terkait rehab kantor, kata Stingal Johnny, kantor tersebut dibangun para pendahulu Lemasa yang harus diteruskan pengurus sekarang

"Kami sudah siapkan anggarannya tinggal ada pihak yang lakukan rehab kantor ini. Rehab selesai, pimpinan dan para karyawan Lemasa langsung pindah berkantor di Mile 32. Tahun depan Lemasa tidak ada sewa kantor dalam kota lagi," tuturnya.

Dua program ini, jelas dia, didukung oleh mitra yakni PTFI.(mar)
.