Ini Mimpi Tentang Almarhum dan Detik-detik Terakhir Guru ASN Tewas Tenggelam di Aindua, Ternyata….

by -
Emerensiana Eta
Emerensiana Eta

Timika, fajarpapua.com – Hari ini, tepat 7 hari Kanisius Ero, guru ASN di SD YPPK Potowayburu meninggal dunia tenggelam di Muara Aindua.

Emersiana Eta, saudari almarhum masih tak bisa menyembunyikan rasa dukanya.

Ketika ditemui fajarpapua.com di rumah duka Kampung Naena Muktipura (SP 6), Selasa (28/12) Emerensiana menceritakan almarhum merupakan sulung dari tujuh bersaudara pasangan ayah Petrus Trus dan ibu Maria Kartini Tapung.

“Tanggal 17 Desember almarhum pamit mau pergi pelayanan bersama pastor. Mama larang tapi dia bilang kasihan suster dan pastor jalan sendiri,” ungkapnya.

Tidak ada firasat apapun dari anggota keluarga terkait peristiwa duka yang bakal menimpa mereka.

“Tapi malam sebelum kejadian, mama mimpi almarhum tidur di samping mama tapi tidak bicara apa-apa,” tuturnya.

Selanjutnya pada tanggal 22 Desember jam 4 sore, peristiwa duka itu terjadi.

Menurut Emerensiana, sesuai keterangan para korban yang selamat, saat kejadian almarhum sudah berenang ke darat. Namun karena pater Adrian dan suster serta siswa masih berusaha menyelamatkan diri, Kanisius pergi menyelamatkan para korban.

“Memang almarhum tahu berenang. Waktu itu pastor, suster dan siswa sudah sampai di darat. Tapi almarhum lihat teman gurunya hanya muncul tangan ke permukaan, saat ombak besar,” tuturnya.

Pastor Adrian memberi almarhum jerigen karena almarhum sudah lelah. “Dengan jerigen dia masuk lagi, temannya sudah hampir tenggelam. Mereka sempat pegangan tangan, tapi ombak besar muncul dan ada kayu yang pukul bagian kepala korban. Akhirnya tangan mereka dua terlepas, guru ini sampai ke darat tapi kakak saya tenggelam,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Atas bantuan warga sekitar, jazad Kanisius ditemukan. Keesokan harinya dievakuasi ke Timika menggunakan pesawat.

Dari pernikahannya dengan Dona Nainggolan, almarhum meninggalkan tiga orang putra yang masih berusia 12, 9 dan 4 tahun.

Berstatus sebagai ASN sudah 17 tahun 8 bulan, dan menghabiskan hidupnya untuk kemajuan pendidikan di wilayah Mimika Barat Jauh.

“Sudah lama kami minta dia pindah, dia bilang itu wilayahnya jadi dia mau mengabdi di tempat itu,” tuturnya.

Keluarga berharap Keuskupan Timika bisa memperhatikan kehidupan istri dan ketiga anaknya.

“Memang ada sedikit uang duka dari keuskupan tapi kami minta bagaimana dengan nasib anak istrinya. Untuk Pemda Mimika, sejak almarhum meninggal sampai sekarang tidak ada kabar,” paparnya.(ana)

A valid URL was not provided.