Timika, fajarpapua.com - Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 untuk kategori Pelestari dengan karya Pelestari Budaya Kamoro
Anugerah Kebudayaan Indonesia adalah program apresiasi/penghargaan tahunan di bidang Kebudayaan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada individu, kelompok, dan/atau lembaga yang berkontribusi, berprestasi dan berdedikasi tinggi terhadap upaya Pemajuan Kebudayaan (Pelindungan, Pengembangan, Pembinaan dan Pemanfaatan) Indonesia.
Program tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2012 ini menjadi bentuk komitmen pemerintah terhadap Pemajuan Kebudayaan dalam rangka pembangunan jati diri dan penguatan karakter bangsa Indonesia.
Kehadiran Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe sebagai mitra Pemerintah Daerah di tengah seniman Kamoro telah memberi kontribusi nyata bagi upaya pelestarian budaya Kamoro di Kabupaten Mimika.
Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika memandang konsistensi dan upaya yang dilakukan Yayasan Maramowe patut mendapatkan apresiasi dan menjadi teladan, yang kemudian mendaftarkan Yayasan dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021.
Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe
Nama yang sulit dilafalkan oleh banyak lidah, namun memiliki makna besar. Maramowe berarti pengukir, Weaiku bisa berarti orang yang hebat atau generasi muda dan Kamorowe adalah orang Kamoro. Dapat diartikan sebagai “Orang Kamoro adalah Seniman Ukir yang Hebat” atau “Seniman Ukir Muda Kamoro”, mewakili fakta bahwa karya ukir Kamoro dapat disejajarkan dengan karya budaya hebat lainnya dan regenerasi berlanjut atas upaya pelestarian yang telah dilakukan.
Upaya pelestarian budaya Kamoro mulai dirintis sejak tahun 1996 oleh Dr. Kal Muller yang menjadi penasihat di Yayasan Maramowe. Dimulai dengan menggelar Pesta Budaya Kamoro atau Kamoro Kakuru yang menjadi sarana promosi budaya ini kepada publiK. Bagi para seniman Kamoro, pesta budaya ini merupakan titik awal bangkitnya seni ukir yang sempat meredup dan kembalinya rasa percaya diri para pengukir oleh apresiasi yang diberikan para pengunjung. Perhelatan besar yang didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia beserta perusahaan privatisasi dan kontraktor yang mendukung operasional tambang di Kabupaten Mimika.
Ketika Festival Kamoro berakhir di tahun 2005 dan semangat berkarya para seniman telah pulih, Yayasan Maramowe menyusun berbagai program kerja untuk membantu para seniman dalam memasarkan produk mereka. Dukungan dana dan berbagai fasilitas dari PT Freeport Indonesia memungkinkan program kerja Yayasan Maramowe berjalan lancar. Promosi budaya kian gencar dilakukan, baik melalui kegiatan pameran dan penjualan karya seni (ukir dan anyam), pertunjukan seni (musik, tari dan lagu), publikasi positif dan kampanye budaya. Tim kerja di Yayasan Maramowe aktif mendokumentasikan kegiatan budaya dan pesta adat, menggali informasi dan mengumpulkan catatan sejarah, hingga menerbitkan serial buku tentang Papua. Memperkenalkan budaya Kamoro melalui dunia pendidikan demi menumbuhkan rasa cinta akan ragam budaya di Indonesia pada generasi muda, karena budaya merupakan jati diri dan identitas bangsa.
Yayasan Maramowe telah menjadi rumah bagi lebih dari 500 orang seniman Kamoro. Upaya pelestarian, pemberdayaan, pendampingan dan promosi budaya Kamoro akan terus berlanjut. Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 yang diberikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe untuk kategori Pelestari dengan karya Pelestari Budaya Kamoro menjadi hadiah yang indah, tepat pada tahun ke-25 tim kerja mendampingi para seniman Kamoro. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan para mitra kerja, kinerja tim Yayasan dalam melakukan pelayanan dan peran besar para seniman dalam berkarya.
“Ndoro Kamoro Kakuru Waiya Nenekapoka Aemamekamo”
(Kami menjaga Budaya Kamoro dengan segenap hati).(ana)

