Timika, fajarpapua.com - Pos Maleo, Kopasus TNI AD di Sinak, Kabupaten Puncak pada Sabtu (26/2) berhasil mengamankan seorang pria bernisial DM alias Delius Murib.
Bahkan diduga DM yang diketahui sebagai seorang guru honor disalahsatu sekolah negeri merupakan anggota front politik klandestin teroris KKB Papua Wilayah Sinak.
Data yang diterima fajarpapua.com, Sabtu (26/2) menyebutkan, terbongkarnya kelompok klandestin pendukung teroris KKB Papua berawal dari pelaksanaan prosesi pembakaran jenazah Makelon Tabuni pada Jumat 25 Februari 2022 sekira pukul 17.30 WIT.
Almarhum Makelon Tabuni sendiri diketahui merupakan salah satu l tersangka pengambilan senjata milik personel Satgas Yon 521/DY.
Mengingat jenazah yang bersangkutan dibakar, Komandan Pos Maleo, Serma Surya Edi bersama , Komandan Pos Elang, Mayor Abdul Alhamid dan Dansattis Mulia, Kapten inf Frengky Jon Fiter melaksanakan kordinasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dampak dari kejadian tersebut.
Namun pada Jumat 25 Februari 2022 sekira pukul 18.30 WIT, akun Facebook Michael Anis Labene menyebarkan informasi yang tidak benar terkait kejadian tersebut.
Akun tersebut membuat narasi yang menggiring opini bahwa almarhum Makelon Tabuni adalah anak-anak yang meninggal karena aksi kekerasan aparat keamanan terkait hilangnya senjata personel Satgas Yon 521/DY.
Terkait postingan ini, pada Sabtu 26 Februari 2022 pukul 10.30 WIT, aparat keamanan mendapatkan informasi bahwa pemilik akun Michael Anis Labene yang menyebarkan informasi tersebut adalah anak dari Kepala Puskesmas Sinak yang bernama Ny. Agustus Murib.
Berdasar informasi itu Dansattis Mulia, Kapten (Inf) Frengky Jon Fiter bersama Danpos Maleo, Serma Surya Edi kemudian melakukan klarifikasi dan Ny. Agustus Murib mengakui bahwa Michael Anis Labene yang saat ini sedang menempuh pendidikan pilot di Amerika adalah anaknya.
Terkait hal ini, petugas meminta kepada orang tua penyebar berita di media sosial Facebook agar yang bersangkutan untuk segera menghapus informasi yang tidak benar tersebut.
Selain itu Danpos Maleo, Serma Surya Edi bersama lima personilnya mendapatkan informasi bahwa foto-foto yang diunggah oleh Michael Anis Labene di akun facebooknya berasal dari seorang warga berinisial DM alias Delius Murib.
Berdasar informasi tersebut, personil Pos Maleo kemudian melakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan dan hasilnya, DM mengaku memang menyebarkan foto prosesi pembakaran jenazah Makelon Tabuni tersebut ke grup WhatsApp mahasiswa se-Jayapura.
Selanjutnya, DM yang diketahui sebagai Guru honor di SMA Negeri 1 Sinak berdasar koordinasi antara Danpos Maleo bersama Kapolsek Sinak, Ipda Musa Ayakeding, Danramil Sinak, Kapten (Inf) Ardavid serta Dansektor Brimob, Ipda Aji Bowo dibawa ke Mapolsek Sinak untuk penyelidikan lebih lanjut.
Dalam keterangannya kepada polisi diketahui DM diduga sengaja menyebarkan foto-foto kejadian tersebut hingga disebarkan di media sosial oleh simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).
Dalam pemeriksaan, DM mengaku dirinya hanya sekedar menyebarkan foto-foto prosesi pembakaran jenazah Makelon Tabuni.
Sementara untuk narasi maupun text yang ada di keterangan foto yang beredar di media sosial, DM mengaku tidak mengetahui yang membuatnya.
Setelah selesai pemeriksaan pada pukul 12.00 WIT, DM kemudian diijinkan kembali ke kediamannya dan diminta kesediaan memberikan keterangan jika dibutuhkan.
Danpos Maleo, Serma Surya Edi saat dikonfirmasi fajarpapua.com pada Sabtu malam membenarkan bahwa pihaknya bersama unsur TNI maupun Polri berhasil mengungkap jaringan klandestin politik yang diduga berafiliasi dengan teroris KKB Papua maupun KNPB di Wilayah Sinak, Kabupaten Puncak.
Terkait warga yang diamankan, dikatakan aparat TNI-Polri sempat meminta keterangan kepada seorang warga berinisial DM untuk dimintai keterangan.
"DM diduga sebagai pihak yang menyebarkan foto-foto prosesi pemakaman jenazah almarhum Makelon Tabuni yang kemudian disebarkan kembali oleh pemilik akun Michael Anis Labene dengan narasi yang menyudutkan pihak keamanan di Sinak," ujarnya.
Namun DM lanjutnya telah dipulangkan usai diambil keterangannya oleh penyidik dan untuk selanjutnya, pihak kepolisian menunggu tindakan Satgas Yon 521/DY sebagai pihak yang paling dirugikan dalam beredarnya foto foto tersebut.
Terkait penyebaran informasi hoax yang dilakukan oleh kelompok klandestin politik teroris KKB Papua dan KNPB terkait prosesi pembakaran jenazah Makelon Tabuni dapat dilihat di link dibawah ini :
a. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1384725881955422&id=100012540697654
b. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=469286341366775&id=169968094631936
c. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1006696116865833&id=100025763631574
d. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1006704250198353&id=100025763631574
e. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=814849169459124&id=100028021461175. (mas)

