Jayapura, fajarpapua.com - Ratusan mahasiswa melakukan aksi demostrasi tolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Papua di Jayapura, Papua tepatnya di depan Gapura Universitas Cenderawasih dan jalan Perumnas 2 Waena, Selasa (8/2/2022).
Aksi demostrasi terkait penolakan Daerah Otonomi Baru ini pun diwarnai aksi anarkis. Pendemo juga menutup sebagian badan jalan dan melakukan pengerusakan mobil logistik Polresta Jayapura Kota.
Namun, aksi mahasiswa tersebut dihalau oleh aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas mengaku meskipun sempat ada aksi anarkis dari pendemo, namun situasi Kota Jayapura secara umum aman dan kondusif.
“Kami memang tidak ijinkan pendemo ini ada longmarch dan pengumpulan massa yang cukup besar menuju kantor DPR Papua, para pendemo ini di beberapa titik telah kami bubarkan, tetapi di Perumnas 2 Waena dan Gapura Uncen kita berikan waktu untuk orasi,” ujar Gustav Urbinas.
Kapolresta menyebutkan, untuk di Perumnas 2 Waena aspirasi para pendemo diterima oleh dua orang anggota DPR Papua, setelah itu mereka dibubarkan.
Ia berharap, massa pendemo yang dibubarkan ini benar-benar pulang ke rumah masing-masing sesuai himbauan polisi. Selain itu polisi tidak memberi ruang terlalu bersar bagi pendemo menjadi satu lalu long march karena akan bisa menimbulkan kerawanan, dan juga dimasa Pandemi Covid-19 tidak boleh menimbulkan kerumunan.
“Saya sebagai Kapolresta hari ini cukup kecewa, karena apa yang saya prediksi kerawanan, ada karakter yang anarkis dan provokatif ini terjadi pada saat pembubaran demo di Perumnas 2 Waena, massa yang pulang melakukan pengrusakan dan pengeroyokan pada anggota kami,” ucap Gustav.
Anggota Polresta yang dikoroyok yakni Bintara Bagian Operasional yang pada saat itu berada dalam mobil mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS. Dian Harapan.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Gustav R. Urbinas mengatakan, kendaraan tersebut dirusak massa setelah mereka membubarkan diri dari Perumnas 2 Waena.
Pihaknya akan mengusut tuntas pelaku pengrusakan mobil pengangkut logistik tersebut. Polisi akan memanggil koordinator demo untuk dimintai keterangan.
“Mereka melakukan pelemparan juga kepada Polisi, merusak mobil Polisi dan ada korban. Padahal kami berusaha agar tidak ada korban dari pendemo,” kata Gustav kepada wartawan di depan Gapura Uncen usai membubarkan pendemo.
Ia menjelaskan, dengan aksi pengrusakan kendaraan dan pemukulan terhadap anggota Polresta Jayapura Kota, pihaknya mewarning kepada para massa aksi.
“Ini peringatan dan bukti tidak mudah untuk lakukan pengamanan, jadi saat massa pulang dari Perumnas dua mereka bertemu mobil pengangkut logistik kemudian melakukan pengrusakan dan mengejar anggota,” katanya lagi menjelaskan.
Sebelumnya, massa aksi melakukan demo di enam titik di Abepura dan Heram, Perumnas 2 Waena. Polisi menurunkan 800 personil untuk mengamankan jalannya aksi tersebut.
Massa aksi tolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sempat bersitegang dengan aparat keamanan. Bahkan, aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan gas air mata untuk memukul mundur para pendemo tersebut.
Situasi itu sempat membuat panik warga dan pengendara dimana sejumlah toko tutup, namun para pendemo berhasil dikendalikan. Para pendemo membubarkan diri setelah menyerahkan aspirasi dan dilakukan mediasi oleh aparat kepolisian bersama perwakilan Komnas HAM Papua dan anggota DPR Papua.(hsb)

