Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

PT Freeport Indonesia Bangun Gedung Pusat Sains dan Kemitraan di Kampus Universitas Cenderawasih

Caption : Penandatangan MoU pembangunan gedung pusat sains dan kemitraan di Kampus UNCEN. Freeport diwakili Presdir Tony Wenas dan Rektor UNCEN DR Apolo Safanpo ST.M.T
Caption : Penandatangan MoU pembangunan gedung pusat sains dan kemitraan di Kampus UNCEN. Freeport diwakili Presdir Tony Wenas dan Rektor UNCEN DR Apolo Safanpo ST.M.TFoto / MIMIKA
Redaksi4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Keberadaan Universitas Cenderawasih (UNCEN) sebagai center of exellence di Papua, serta keterkaitannya dengan kebutuhan antara industri dan peguruan tinggi telah mendorong PT Freeport Indonesia (PTFI) dan UNCEN berkolaborasi.

Pada Selasa (5/4) bertempat di Hotel Rimba Papua, PTFI dan UNCEN menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understandung (MoU) komitmen pembangunan Gedung Freeport Indonesia untuk Pusat Sains dan Kemitraan di Kampus Universitas Cenderawasih.

Penandatangan MoU dilakukan langsung Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan Rektor UNCEN, DR. Apolo Safanpo, ST, M.T. disaksikan pejabat Rektorat UNCEN.

"PTFI telah menjalin kerja sama dengan UNCEN sejak tahun 1996 melalui berbagai program link and match yang meliputi penelitian, magang, kuliah tamu, dan lain-lain. Kali ini PTFI dan UNCEN memasuki tonggak (milestone) yang sangat penting, dimana PTFI akan membangun sebuah gedung perkuliahan di kampus UNCEN yang nantinya akan digunakan sebagai pusat sains dan kemitraan untuk mahasiswa," ungkap Tony Wenas.

Dikatakan, ini adalah implementasi MoU sebelumnya, dimana MoU kali ini PTFI berkomitmen membangun sebuah gedung bagi Uncen di Kampus Uncen, di Jayapura.

Dengan nama gedung PT. Freeport Indonesia untuk pusat sains dan kemitraan, diharapkan bisa mengakselerasi proses belajar mengajar, termasuk bagian dari penelitian, dan juga pengabdian masyarakat sesuai dengan menteri dharma Perguruan Tinggi.

Target pengerjaan selesai terhitung 18 bulan muali dari sekarang, dengan biaya Rp 42 miliar, ini bagian dari CSR PTFI, dan tentu yang utama yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi berbasis kerakyatan dan juga insfrastruktur serta budaya dan lain-lain.

"Jadi pendidikan ini adalah faktor yang penting. Bagi bangsa ini, khususnya Papua, sebagian tambahan beasiswa yang sudah kita berikan lebih dari 12 ribu beasiswa dan juga ada 6 asrama yang kita kelola," katanya.

"Ada sekolah Taruna Papua juga di Timika sini, ini adalah implementasi dari program pendidikan kita, tentunya agar pendidikan terfasilitasi dan tentu saja sebagai industri kita bisa menggunakan lulusan-lulusan tersebut. Alumni Uncen sendiri yang telah bekerja di PT. Freeport Indonesia sebanyak 500 orang," lanjutnya.

Freeport berharap gedung ini dapat membantu UNCEN dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan generasi muda unggul di tanah Papua.

Rektor UNCEN, DR Apolo Safanpo, ST, M.T. meyakini tidak ada perusahan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. "Keberadaan Freeport tidak dapat dipisahkan dari Papua, dan adalah komitmen Freeport untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Papua perlu diapresiasi," ungkap Apolo.

Dikemukakan, UNCEN merupakan Lembaga Pendidikan tinggi pertama yang hadir di Papua dan telah menghasilkan ribuan lulusan hingga saat ini. Apolo mengapresiasi dukungan PTFI dan berharap dengan hadirnya Gedung Freport Indonesia untuk Pusat Sains dan Kemitraan ini dapat mendukung UNCEN dalam menyelenggarakan Tridharma UNCEN yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Sebagaimana seperti diketahui bahwa pertumbuhan penduduk berkembang sesuai deret ukur, sementara pertumbuhan sarana prasarana deret hitung, jadi pembangun gedung tahun ini tapi penduduk bertambah bisa dua kali lipat dari yang ada sekarang.

"Oleh karena itu, kita perlu terus menerus mengupayakan hadirnya sarana prasarana, secara khusus dalam bidang pendidikan, baik media pembelajarannya, termasuk gedung," ujarnya.

Dikatakan, Uncen sendiri setiap tahun yang mendaftar untuk jadi calon mahasiswa sangat banyak, hingga 12 ribu yang tercatat di formulir, namun yang diterima hanyalah 4 ribu orang.

"Kita tidak bisa terima banyak karena daya tampung terbatas, dan jumlah pengajar yang terbatas. Dengan hadirnya gedung kuliah ini, tadi ada 18 ruang kuliah, ini mudah-mudahan memberi tambahan daya tampung, sehingga kita bisa menerima lebih banyak calon mahasiswa, bisa lebih banyak melakukan aktivitas akademik, sehingga kita bisa memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan," paparnya.

Oleh karena itu dia mengucapkan terimakasih kepada Presiden Direktur Freeport beserta jajaran, yang mana itu adalah bantuan gedung pertama kali setelah Uncen kerjasama dengan Freeport Indonesia dari tahun 1995.

"Selama ini hanya bantuan yang sifatnya non fisik. Semoga ini menjadi tanda kehadiran freeport kepada kampus untuk membantu pemerintah dan masyarakat memberikan pelayanan tinggi bagi masyarakat di tanah Papua. Gedung tersebut akan digunakan untuk program pasca sarjana dengan semua jurusan yang ada," tukasnya.

Bantuan pembangunan Gedung Pusat Sains oleh PTFI berjumlah 3 lantai yang akan dibangun di area kampus UNCEN, Jayapura. Memiliki luasan total bangunan sebesar 2.765 m2, dengan luas lantai dasar 630 m2, luas lantai 2 sebesar 570 m2, luas lantai 3 sebesar 870 m2, luas auditorium 320 m2 dan luas lantai rooftop 375 m2.

Bangunan ini nantinya akan menyediakan 18 buah ruang kelas, 1 ruang dosen, 1 auditorium berkapasitas 230 orang, lantai rooftop yang dijadikan sebagai area penempatan panel surya yang dapat menjadi bahan penelitian. (feb)