BERITA UTAMAPAPUA

Masuk Musim Kemarau, PDAM Jayapura Siapkan Langkah Antisipasi Kurangnya Debit Air

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Masuk Musim Kemarau, PDAM Jayapura Siapkan Langkah Antisipasi Kurangnya Debit Air

Share this article
Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna
Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna

Jayapura,fajarpapua.com- Untuk menghadapi datangnya musim kemarau yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi mulai Mei, Juni, Juli, Agustus 2022 mendatang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura sudah menyiapkan berbagai langkah guna mengantisipasi berkurangnya debit air di sumber air baku yang ada.

ads

Direktur Utama PDAM Jayapura, Entis Sutisna kepada fajarpapua.com, Rabu (15/6) mengatakan, pihaknya selalu berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelanggan di wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Dengan adanya pemberitahuan dari BMKG terkait musim kemarau yang akan lebih awal datang di Papua, PDAM melakukan beberapa persiapan.

“Kita sudah siapkan upaya untuk antisipasi, yakni lakukan perbaikan dibeberapa sumber air di Kamwolker artinya tingka pemeliharaannya kita tingkatkan baik di penampungan air berupa pengecoran untuk kurangi kebocoran air,”ungkap Entis Sutisna.

Ia mengatakan, perbaikan-perbaikan yang dilakukan ini diharapkan bisa mengurangi tingkat kebocor dipenampungan sehingga airnya tidak berkurang sampai kepada masyarakat pelanggan PDAM.

“Kita juga lakukan perbaikan di Kali Anafri, Kali Kem Entrop dan Kamwolker agar tak ada kebocoran, karena kalau terjadi kebocoran tentu cepat berkurang. Inilah upaya yang kami lakukan dalam menghadapi musim kemarau,” katanya.

Selain itu, kata Entis, pihaknya juga melakukan traking jalur pipa yang tersebar di enam wilayah pelayanan PDAM seperti di Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura Waena, Sentani dan Muara Tami.

“Dari hasil traking pipa ini, memang ada ditemukan pipa yang mengalami kerusakan terutama di sepanjang jalan alternatif Perumnas 3 sampai arah Skyland. Di daerah ini, pipanya cukup rawan karena longsor,”ujar Entis.

Adapun langkah yang dilakukan saat ini adalah mencoba memperbaiki jalur pipa yang di Lembah Furia sepanjang 300 meter dan memindahkannya pipa dari lokasi itu dengan jarak sekitar 6 meter dari lokasi lama serta melakukan pemancangan agar ada penahan pipa.

Lanjut dia, upaya lain yang dilakukan PDAM juga melakukan penanaman bibit pohon sebanyak 200 pohon di Kamwolker, termasuk di Lembah Furia yang ditanami pohon bambu.

“Jadi pada musim kemarau ini kami mengoptimalkan ketersediaan air bersih PDAM yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat agar tidak terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya pada saat kemarau terjadi kekurangan debit air,”tambahnya.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *