BERITA UTAMAMIMIKA

51 Ribu Pemilih di Mimika “Hilang”, KPU Jelaskan Fenomena Turunnya DPT, Banyak Nama yang..

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
10
×

51 Ribu Pemilih di Mimika “Hilang”, KPU Jelaskan Fenomena Turunnya DPT, Banyak Nama yang..

Share this article
IMG 20220924 WA0018
Fidelis Piligame

Timika, fajarpapua.com – Data Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Mimika terus mengalami penurunan. Jika tahun 2019 berjumlah 231.265 kini turun menjadi 214.194 pada bulan Agustus 2022, dan kembali terjadi penurunan pada September 2022 hingga 180 ribu lebih.

Usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) pada Jumat (23/9) bersama Komisi A DPRD Mimika, Komisioner KPU Mimika, Fidelis Piligame, menyampaikan fenomena berkurangnya DPT tersebut lantaran adanya pembersihan data yang dilaksanakan KPU yang dimulai sejak tahun 2020.

ads

“KPU bersihkan DPT yang keluar, dalam hal ini yang telah meninggal dunia dan pindah domisili antar distrik ataupun kabupaten. Ada juga data nama ganda dalam satu NIK serta beda distrik, kabupaten dan provinsi,” ujarnya.

Adapun data yang dibersihkan tersebut yakni yang telah dikirim KPU RI untuk segera dimutahirkan. Sehingga hal itu menjadi alasan kenapa fenomena jumlah DPT menurun, dan itu semua dilakukan untuk keakuratan DPT pemilu tahun 2024 mendatang.

Dijelaskan, data yang dibersihkan sesuai yang ada dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Ditjen Dukcapil yang diberikan ke KPU RI, kemudian diteruskan ke KPU Daerah.

“KPU juga melibatkan Bawaslu dan Disdukcapil untuk melakukan pencermatan guna memastikan apakah data terkait DPT meninggal dunia benar-benar meninggal dunia, dan DPT yang pindah domisili apa benar-benar pindah domisili,” jelasnya.

Dari hasil uji petik bersama Bawaslu dan Disdukcapil pun dinyatakan bahwa benar data-data tersebut termasuk dalam SIAK Dukcapil RI.

Pembersihan data ini juga dilakukan berdasarkan surat edaran KPU RI nomor 17.

“Pengurangan atau penambahan jumlah DPT juga tidak pasti. Artinya, angka DPT sebanyak 180 ribu lebih itu bisa berubah sewaktu-waktu. Bisa jadi naik, juga bisa jadi turun,” terangnya.

“Karena setiap hari ada yang pindah ke luar Timika, dan ada juga yang meninggal. Begitu juga dengan jumlah penambahan karena pastinya setiap hari ada yang tambah usia menjadi 17 tahun,” tambahnya.

Fenomena seperti ini bukan hanya terjadi di kabupaten Mimika, namun juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia. Beberapa waktu lalu KPU RI telah berkunjung ke Timika, dan disampaikan juga bahwa fenomena pengurangan ini terjadi di seluruh daerah. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *