BERITA UTAMAPAPUA

Termasuk Mimika, HIV Aids Tembus 49.011 Kasus, KPA Papua Lakukan Pendataan di 8 Kabupaten dan Kota

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Termasuk Mimika, HIV Aids Tembus 49.011 Kasus, KPA Papua Lakukan Pendataan di 8 Kabupaten dan Kota

Share this article
IMG 20221017 WA0037
Nampak petugas pendataan HIV/Aids sedang mengikuti pelatihan yang digelar KPA Papua. Foto: HSB

Jayapura, fajarpapua.com– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua tahun ini mulai melakukan pendataan terhadap kasus HIV/Aids di delapan kabupaten dan kota di Papua

Pendataan dilakukan karena angka kasus HIV/Aids di Papua dinilai tidak terdata dengan baik sejak terjadinya pandemi Covid-19.

Ads

Plh Wakil Ketua Harian KPA Provinsi Papua, Melki Wetipo kepada fajarpapua.com, Senin (17/10) mengatakan perkembangan temuan pengidap HIV AIDS di Provinsi Papua semakin meningkat setiap tahunnya.

Banyaknya infeksi HIV AIDS ini disebabkan maraknya perilaku beresiko tinggi di wilayah populasi kunci.

“Selain itu, masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan, penularan, dan pananggulangan HIV AIDS,” ujarnya.

Dari 29 wilayah di Papua lanjutnya, KPA akan melakukan pendataan di Kabupaten Mimika, Nabire, Keerom, Jayapura, Merauke, Jayawijaya, Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura.

Ia mengatakan, delapan daerah ini dipilih tempat pengambilan data HIV/Aids karena berdasarkan data memiliki kasus HIV/Aids paling tinggi dimana rata-rata kasus diatas 5.000 kasus.

Dalam pendataan ini, kata Melki Wetipo, petugas KPA yang diturunkan sebanyak 2 hingga 3 orang dan akan melakukan pendataan selama 4 hari sampai 21 Oktober nanti.

Melki mengatakan, selanjutnya petugas akan menyusun laporan yang mereka peroleh di lapangan untuk disampaikan kepada badan pengurus untuk dianalisis kembali.

Tujuannya adalah mengetahui data kasus HIV/Aids pada 8 kabupaten/kota, karena dalam beberapa tahun terakhir KPA Papua belum memiliki data kasus HIV/Aids yang akurat.

“Memang data Dinkes Papua menyampaikan per tiga bulan kasus HIV/Aids meningkat di setiap kabupaten/kota. Tapi kami berpikir sebenarnya masih banyak kasus ini yang belum sempat didata terutama selama pandemi Covid-19 karena rumah sakit fokus pada penanganan Covid-19,” ujarnya.

Lanjut dia, agar data kasus HIV/Aids bisa didapat dengan baik, tim bertemu dengan Dinas Kesehatan, LSM, tokoh agama, tokoh adat atau mitra Dinkes yang tangani kasus tersebut.

“Kami terima data per 30 Juni 2022, jumlah kasus HIV/Aids di Papua telah mencapai 49.011 kasus dan ini sudah sangat tinggi. Kasus tertinggi terdapat di Kabupaten Nabire sebanyak 7.000 kasus, disusul Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Timika, Wamena , Merauke dan beberapa tempat,” tutur Melki Wetipo.

Ia berharap setelah semua data terkumpul di lapangan maka pada bulan November mendatang, KPA Papua akan mengundang, LSM KPA kabupaten/kota untuk menyusun program bersama berdasarkan data yang telah dihimpun dari lapangan.

Data ini akan dibuat menjadi satu program yang nantinya disetujui dan di Launching oleh Gubernur Papua yang dihadiri oleh kepala-kepala daerah untuk jadi program kabupaten/kota sehingga bisa masuk dalam anggaran penanganan HIV/Aids di setiap daerah terutama dalam menjalankan programnya.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *