BERITA UTAMAPAPUA

Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Enembe, di Jayapura, Kuasa Hukum Harap Penyidik Kedepankan HAM dan Kemanusiaan

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Hari Ini, KPK Periksa Gubernur Enembe, di Jayapura, Kuasa Hukum Harap Penyidik Kedepankan HAM dan Kemanusiaan

Share this article
IMG 20221103 WA0009
Dokter pribadi Gubernur Lukas Enembe, dr. Anton Mote saat memantau kesehatan Gubernur Papua. Foto: Dok

Jayapura, fajarpapua.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji di Jayapura, Kamis (3/11) ini.

Terhadap rencana pemeriksaan KPK ini, Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua (THAGP) menjelaskan kliennya menghormati hukum dan siap diperiksa penyidik KPK.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Meski demikian THAGP berharap penyidik KPK mengedepankan HAM (hak asasi manusia) dan kemanusiaan dalam pemeriksaan ini, mengingat Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit dan masih menjalani perawatan lanjutan oleh tiga dokter spesialis dari RS Mount Elisabeth Singapura.

Menurut Anggota THAGP, Dr. Stefanus Roy Rening, dalam pemeriksaan KPK hari ini, Gubernur Enembe akan didampingi Aloysius Renwarin dan tim.

“Tim hukum yang mendampingi adalah Pak Aloysius, beliau yang memimpin tim hukum dalam penyidikan hari ini oleh penyidik KPK,” tukas Roy.

Selaku kuasa hukum, Roy kembali mengingatkan penyidik KPK, saat ini Gubernur Enembe masih menjalani perawatan lanjutan intensif, setelah sempat terkena empat kali stroke.

“Kemarin saja, saat diperiksa oleh tiga dokter spesialis dari Singapura, tensi darahnya tinggi, 190, jadi pada dasarnya, beliau belum dapat menerima tekanan pikiran terlalu berat. Dikhawatirkan akan drop, bila mendapat pertanyaan dan dipaksa berpikir keras,” ujar Roy.

Ketika diperiksa tim dokter spesialis Singapura, Lukas Enembe dapat sedikit rilex karena tenang dan percaya dengan tim dokter tersebut.

Karena itu, dalam pemeriksaan hari ini, pihaknya berharap penyidik KPK dan IDI mengedepankan pendekatan HAM, karena pada dasarnya kliennya masih dalam keadaan sakit.

“Pak Firli, dalam pernyataannya di media massa, mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi asas-asas, tugas pokok KPK, di antaranya menjunjung HAM karena itu, kami dari tim hukum, berharap pemeriksaan mengedepankan HAM dan Kemanusiaan,” tukas Roy.

Ditambahkan Roy, dari hasil komunikasi dengan Kapolda Papua, Ketua KPK, Tim Penyidik, Tim Dokter KPK, dan Tim Dokter IDI, akan tiba di kediaman Gubernur Papua, pada Kamis (3/11) pukul 13.00 WIT.

Dijelaskan juga, Direktur Penyidikan KPK mengharapkan Tim Hukum Gubernur dan dr. Anton Mote sebagai dokter pribadi Gubernur Enembe dapat hadir dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu sebelumnya dr. Anton Mete mengungkapkan pemeriksaan oleh tiga dokter spesialis yang didatangkan dari Singapura pada Minggu ini, merupakan pemeriksaan lanjutan.

“Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan karena Pak Gubernur masih dalam perawatan. Jadi bukan check up, mustinya, perawatan ini rutin dilakukan tiap hari, diobservasi oleh masing masing bidang, jantung, syaraf, ginjal tiap hari. Kalau pemeriksaan, dengan dokternya, yang datang seperti ini, sangat tidak efektif, harusnya langsung di fasilitas kesehatan,” tukas Anton.

Dari hasil pemeriksaan dokter Singapura, untuk pengobatan penyakit stroke yang sudah empat kali dialami perlu dilakukan fisioterapi.

Sedangkan untuk penyakit ginjalnya, perlu dilakukan crosscheck darah kembali. “Untuk penyakit jantungnya, perlu diobservasi obat kembali,” tukas Anton.

Ditambahkannya, usai diperiksa, Gubernur Enembe disuntik untuk menurunkan kadar kolesterolnya dan diberi resep penambahan obat.

Dijelaskannya, dokter Singapura juga memita ada penambahan ahli gizi untuk memantau konsumsi makanan Gubernur Enembe.

Seperti diketahui, Gubernur Papua, telah dijadikan tersangka dalam Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa Penerimaan hadiah atau janji Lukas Enembe selaku Gubernur Papua Periode 2013 – 2018 dan 2018 – 2023 terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua. (hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *