BERITA UTAMAPAPUA

Dua “Jenderal” Sayap Militer OPM Bermusuhan, 57 Simpatisan KKB Papua Ditangkap
   

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
14
×

Dua “Jenderal” Sayap Militer OPM Bermusuhan, 57 Simpatisan KKB Papua Ditangkap<br>   

Share this article
IMG 20230102 WA0007
Salahsatu kelompok sayap militer TPN-OPM saat menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan Papua.Foto: Dok.

Timika, fajarpapua.com– Dua pimpinan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) masing-masing Jenderal Goliat Tabuni pemimpin Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan Jenderal Demianus Magai Yogi pimpinan West Papua Army atau WPA selama ini ternyata tidak akur dan saling bermusuhan.

Meski sama-sama ingin memperjuangkan Kemerdekaan Papua, kedua kelompok ini diketahui sering berseberangan dan saling membalas klaim sebagai sayap militer resmi OPM.

Ads

Terbaru, pada Minggu, 1 Januari 2023 kubu Jenderal Goliat Tabuni melalui Juru Bicara TPNPB-OPM, Seby Sambom memberi peringatan keras kepada kubu Jenderal Demianus Magai Yogi.

Peringatan keras ini diberikan terkait dengan langkah kelompok West Papua Army yang dinilai melakukan tindakan yang diklaim sebagai “Pelanggaran atas hak cipta dokumen perang TPNPB”.

Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, TPNPB dalam rilis tertanggal 01 Januari 2023 yang ditandatangani Kepala Staff Umum Mayjen Terryanus Satto menilai Demianus Magai Yogi dan kelompoknya secara terang-terangan sedang melakukan tindakan kriminal yang mana manipulasi dokumen-dokumen Perang Pembebasan Nasional Papua

Sebby menilai manipulasi dokumen perang pada Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM di bawah Komando Panglima Tinggi Jenderal Goliath Naaman Tabuni dan Major General Lekagak Telenggen adalah tindakan kriminal.

“Manipulasi dokumen KOMNAS TPNPB dan klaim di bawah pimpinan Demianus Magai Yogi adalah benar-benar tindakan kejahatan internasional yang mana dengan terang-terangan melanggar hak cipta KOMNAS TPNPB-OPM,” ungkapnya.

“Karena itu, sekali lagi kami sampaikan pada kelompok Demianus Magai Yogi segera setop manipulasi dokumen KOMNAS TPNPB dan segera setop klaim secara tidak sah,” ungkapnya.

“Dalam hal ini, kami perlu sampaikan bahwa tindakan kriminal Demianus Magai Yogi dan kelompoknya ini akan dipertanggungjawabkan setelah Papua Merdeka ataupun sebelum merdeka. Tindakan kriminal Anda dengan cara manipulasi dokumen  KOMNAS TPNPB-OPM adalah kejahatan internasional atas hak cipta,” kata Sebby.

Sebby juga menyampaikan, sayap militer OPM yang eksis berjuang di seluruh Tanah Papua adalah KOMNAS TPNPB-OPM di bawah Pimpinan Gen Goliath Naaman Tabuni dan Major General Lekagak Telenggen.

Terkait West Papua Army yang dipimpin oleh Jenderal Demianus Magai Yogi dan didirikan oleh Benny Wenda pada 2019 di Vanimo, PNG, Seby menilai hal itu merusak persatuan perjuangan.

“Maka kami tidak akan mengakui. Kami tegas menolak kelompok Benny Wenda,  Demianus Magai Yogi dan Menaseh Tabuni,” katanya.

57 Simpatisan Papua Ditangkap

Sementara itu Mabes Polri menyatakan bahwa sepanjang Tahun 2022 sebanyak 57 orang telah dilakukan penegakan hukum terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

“Terhadap KKB dan KKP melakukan penegakan hukum terhadap 57 orang,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan rilis akhir Tahun 2022 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12).

Adapun, ke-57 orang yang ditindak itu terdiri dari 12 KKB, 30 simpatisan, delapan KKP, enam penyuplai senjata dan amunisi, serta satu orang pelaku tindak pidana.

“Upaya yang kita lakukan tetap menjunjung tinggi HAM dan ini sebagai bagian upaya kita menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Sigit.

Disisi lain, di Tahun 2022 Kelompok Kriminal Bersenjata Papua melakukan aksi teror sebanyak 90 kali. Dari hal tersebut, menyebabkan 48 orang meninggal dunia.

“Terdiri dari 35 masyarakat, 10 TNI dan 3 Polri. Serta 27 orang korban luka-luka terdiri dari 10 Masyarakat, 14 TNI dan 3 Polri,” tuturnya. (mas/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *