BERITA UTAMAPAPUA

“Panglima Angkatan Udara TPN-OPM” Anton Gobay Ditangkap di Filipina, Dikait-kaitkan Dengan Gubernur Enembe

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
36
×

“Panglima Angkatan Udara TPN-OPM” Anton Gobay Ditangkap di Filipina, Dikait-kaitkan Dengan Gubernur Enembe

Share this article
IMG 20230110 WA0026
Screenshot dari akun Tiktok @papuabicara yang mengaitkan Anton Gobay dengan Gubernur Lukas Enembe.Foto: Screenshot

Jakarta, fajarpapua.com– Seorang pilot asal Papua bernama Anton Gobay pada Sabtu (7/1) pekan lalu ditangkap oleh Kepolisian Filipina karena kepemilikan puluhan senjata api laras panjang.

Dari hasil penelusuran fajarpapua.com terkait dengan sosok pelaku diketahui, akun Tiktok @papuabicara dalam unggahannya menyebutkan Anton Gobay memiliki posisi penting di Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

Ads

Bahkan akun ini mengklaim Anton Gobay adalah Panglima Angkatan Udara TPN-OPM yang beroperasi di wilayah Filipina.

Selain itu juga disebutkan, Anton Gobay juga bermaksud hendak menyelundupkan puluhan senjata berkekuatan tinggi yang nantinya akan disuplay untuk kelompok separatis teroris di Papua.

Mirisnya lagi, akun Tiktok itu juga mengait-ngaitkan penangkapan Anton Gobay dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Dimana dalam narasinya disebutkan, Gubernur Lukas Enembe yang saat ini ditetapkan KPK menjadi tersangka dugaan korupsi adalah pihak yang membiayai pendidikan Anton Gobay disalahsatu sekolah pilot di Filipina.

Namun hingga kini, kebenaran tudingan akun Tiktok @papuabicara tersebut belum dapat dibuktikan.

Sementara terkait penangkapan Anton Gobay di Filipina, Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal Krishna Murti mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkannya untuk berkoordinasi dengan otoritas Filipina untuk mengusut kasus ini

Irjen Krishna Murti mengatakan pria bernama Anton Gobay, 29 tahun, itu bekerja sebagai pilot berdasarkan hasil interogasi.

Anton Gobay ditangkap bersama dua warga negara Filipina di Provinsi Sarangani, Filipina masing-masing Michael Tino, 25 tahun, warga Barangay Malalag, Provinsi Maitum Sarangani, dan Jimmy Desales Abolde, 53 tahun, warga Purok Zoneza Saway, Barangay Labangal,General Santos City.

Krishna juga belum dapat memastikan apakah WNI tersebut merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang sedang melakukan pembelian senjata atau bukan.

Sebelumnya dalam rilisnya, Kepolisian Filipina mengumumkan telah menangkap seorang WNI karena kepemilikan puluhan senjata api laras panjang.

Pria bernama Anton Gobay ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina pada Sabtu, 7 Januari 2023.

Penangkapan berawal ketika tim operasi yang dipimpin oleh Kapten Polisi Ralph Marvin Fracia Rivera sedang melakukan operasi pos pemeriksaan serentak di area tersebut. Mereka mencurigai tiga tersangka yang menumpang satu becak motor saat pemeriksaan.

Dalam penangkapan ini, Kepolisian Filipina menyita sejumlah barang bukti senjata laras panjang, di antaranya 10 pucuk Colt AR-15, satu pucuk senapn Para 9 milimeter, 20 buah magasin, dan sepuluh buah popor senapan.

Atas penangkapan tersebut, Anton Gobay bersama para tersangka lainnya ditahan Kepolisian Filipina di Kiamba Municipal Police Station untuk diinterogasi dan dilakukan pengembangan perkara. (mas/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *