BERITA UTAMAJayapura

Dibuka Wapres Ma’ruf Amin, Majelis Muslim Papua Akan Gelar Muktamar III 9 -12 Maret di Jayapura

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
11
×

Dibuka Wapres Ma’ruf Amin, Majelis Muslim Papua Akan Gelar Muktamar III 9 -12 Maret di Jayapura

Share this article
15e62bec ad81 40f0 9ac8 0df413efcda4
Panitia Muktamar III majelis muslim Papua saat memberikan keterangan pers

Jayapura, fajarpapua.com– Majelis Muslim Papua (MMP) akan menggelar Muktamar III di Jayapura pada tanggal 9-12 Maret 2023.

Muktamar III yang rencananya dibuka Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin secara virtual akan dihadiri oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Dalam kegiatan Muktamar III MMP ini tidak hanya dilakukan untuk memilih kepengurusan baru untuk 4 tahun ke depan, namun dikemas dengan berbagai kegiatan. Salah satunya digelarnya panggung rakyat, UMKM dan panggung hiburan yang menampilkan budaya-budaya Papua.

Ketua Panitia penyelenggara, Latifah Buswarimba Alhamid mengatakan, panitia Muktamar sudah melakukan persiapan sejak 4 bulan lalu dan telah membangun komunikasi dengan berbagai pihak di Papua hingga tingkat nasional.

Muktamar sengaja dikemas dengan konsep yang lebih human interest sebagai sinyal bahwa Majlis Muslim Papua siap mengawal dan meningkatkan potensi ekonomi kemasyarakatan di Tanah Papua.

“Dari 42, ada 32 kabupaten/kota yang telah mengkonfirmasi akan hadir sebagai peserta maupun peninjau. Kami juga mengundang semua warga kota untuk hadir memeriahkan muktamar ini,” kata Latifah wartawan dalam jumpa pers, di Hotel Suni Abe, Senin (6/3).

Ditempat yang sama, Marthen Luther Sesa, Sekretaris SC Muktamar III MMP menjelaskan, untuk melakukan pemilihan pengurus MMP 2023-2028 akan hadir delegasi-gelegasi dari berbagai wilayah di Papua. Pada pelaksanaan Muktamar kali ini akan digelar dialog dengan berbagai isu di Papua.

“Salah satu materi dalam agenda ini adalah soal peluang dan tantangan DOB termasuk membahas pengembangan ekonomi dan kerakyatan. Hal lainnya akan didiskusikan mengenai Pemilu 2024 mendatang,” katanya.

Sementara itu Sekjen MMP Dr. Suparto Iribaram menjelaskan, Muktamar III tidak menutup mata dengan perubahan yang ada di Papua, termasuk pemekaran.

“Banyak terjadi perubahan di Papua termasuk adanya Daerah Otonomi Baru (DOB). Sehingga untuk internal, MMP akan membentuk badan koordinasi di beberapa provinsi baru dengan pusatnya di Provinsi Induk,” ungkap Suparto Iribaram.

Hal ini kata Iribaram sejalan dengan semangat visi MMP yakni Islam Rahmatan Lil Alamiin atau Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Perubahan yang ada membuat kami harus mengembangkan MMP di seluruh wilayah Papua dan bagaimana membangun eksistensi dan memanfaatkan, meningkatkan potensi rakyat Papua tanpa melihat suku, ras dan agama.

Jadi tak hanya membangun spiritual umat tetapi bagaimana membangun ekonomi rakyat Papua tanpa melihat latar belakang agamanya,” ungkapnya lagi.

Dengan banyaknya dukungan dari berbagai pihak, ia optimis Muktamar dapat menjadi solusi dalam membangun Papua dan juga dapat menepis isu radikal yang masuk ke Papua.

Thaha Muhammad Alhamid selaku pendiri Majlis Muslim Papua pada kesempatan yang sama mengungkapkan, perlu adanya wadah yang dapat menyalurkan partisipasi muslim dalam rangka menjaga perdamaian di Papua.

“Harapan utama MMP Papua adalah bagaimana dapat memperbarui diri untuk bisa melaraskan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di Papua. Bersama-sama dengan dominasi gereja dan lainnya untuk Papua damai,” kata Thaha Alhamid.

Majlis Muslim Papua, lahir saat adanya gejolak Politik di Papua yang mana saat itu partisipasi muslim asli Papua tak jelas arahnya.

Kata Abah Thaha sapaan akrab Thaha Alhamid, MMP dideklarasikan pada November 1.999 yang saat itu bernama Solidaritas Muslim Papua yang kemudian mengganti nama menjadi Majlis Muslim Papua pada 2007.

Saat itu banyak yang menganggap Papua hanya ada orang kristen tanpa melihat orang asli Papua muslim. Hal ini karena tak adanya wadah untuk menunjukkan jati diri kepada publik. Saat itulah Majlis Muslim Papua lahir.(hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *