BERITA UTAMAPAPUA

Kepala Tukang Dipanggil dan Dibentak Dengan Kata-kata Binatang, Nyawa Mereka Ada Ditangan Egianus Kogoya

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
7
×

Kepala Tukang Dipanggil dan Dibentak Dengan Kata-kata Binatang, Nyawa Mereka Ada Ditangan Egianus Kogoya

Share this article
IMG 20230308 WA0040
Tinus Janwarin saat menceritakan peristiwa yang dialami para pekerja Puskesmas Paro.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Timika, fajarpapua.com – Tinus Janwarin salah satu dari 15 pekerja pembangunan puskesmas di Distrik Paro, Kabupaten Nduga yang dievakuasi Satgas Damai Cartenz dari intimidasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) Egianus Kogoya, mengaku masih trauma.

Pria berdarah Maluku ini menceritakan apa yang terjadi hari demi hari mendapatkan intimidasi dari KKB selama melakukan pembangunan puskesmas. Saat pengerjaan pertama pada pertengahan Desember 2022 lalu sudah mendapatkan teror. Semua barang yang dibawa pekerja diperiksa oleh KKB, baik itu dompet, HP dan identitas. Kelompok kriminal tersebut juga membakar barang-barang milik pekerja.

“Ketika kita sampai di rumah yang kita tempati sementara, barang-barang diperiksa, barang yang tidak penting juga mereka bakar. Identitas kita juga disita, dan pada malamnya baru dikembalikan,” kata Tinus di kediamannya di Timika, Selasa (7/3).

Teror pertama dirasakan pada 29 Desember 2022. Pada malam hari Egianus dan kelompoknya datang ke Paro. Namun ia tidak mengetahui yang mana orangnya. “Kita hanya dikasih tahu oleh masyarakat setempat komandan besar di sini, tapi tidak dikasih tahu namanya,” ungkapnya.

Pada saat ada Egianus dan kelompoknya, masyarakat setempat memberitahukan kepada kontraktor dan kepala tukang (mandor) agar tidak boleh keluar malam hari. “Hanya boleh di tempat tinggal dan di tempat kerja juga. Boleh bekerja kalau sudah diperintahkan KKB,” kata Tinus yang bermarga Kei.

Egianus sempat marah besar kepada para pekerja. Ia mengatakan ada yang menuding para pekerja telah mengumpat kepada pimpinan KKB itu. Kepala tukang kemudian dipanggil oleh Egianus dan dibentak dengan kata-kata binatang.

“Padahal kita tidak pernah mengatakan babi hutan. Dia kemudian mengeluarkan kata-kata binatang dan juga bilang kerja cepat! nyawa kamu ditangan saya,” cerita kepala tukang kepada para pekerja.

Mengetahui ada ancaman tersebut, pada malam harinya para pekerja ketakutan dan tidak ada yang bisa tidur sampai pagi. Bahkan belum bisa melakukan pekerjaan pembangunan puskesmas, sebelum ada keputusan dari KKB.

“Bapak tukang bilang jangan keluar duduk di rumah, habis mereka bikin adat kita bisa kerja atau tidak, demi kita keselamatan jangan keluar,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan pada pengerjaan tahap dua di bulan Fabruari 2023 untuk menyelesaikan pembangunan puskesmas, Egianus juga kembali marah. Tidak hanya kepada para pekerja, namun juga masyarakat di Distrik Paro.

“Februari saat kita kerja setahu saya yang kedua kali itu sempat dia (Egianus) punya HP atau HT hilang. Kita disuruh pulang dan masyarakat semua disuruh mencari barang yang hilang,” ucapnya.

Para pekerja sambung Tinus dibantu diungsikan ke balai desa pada Minggu (5/2). Mereka diminta untuk meninggalkan Paro setelah adanya kesepakatan antara kontraktor dengan pihak KKB yang dimediasi oleh tokoh setempat.

“Dapat informasi dari mandor dan pemborong, mereka rapat kita tidak tahu apa yang dibicarakan, Minggu kita harus jalan, dikasih waktu dua hari untuk tinggalkan Paro jalan ke Kenyam, jalan lewat hutan, bapak kontraktor bayar material, sudah dibayar, Senin kita jalan,” katanya.

Masyarakat Paro kata Tinus juga merasa ketakutan dan ikut mengungsi ke dalam hutan. “Kita mengungsi ke arah pegunungan mengarah Kenyam. Sementara penduduk ke daratan,” sambungnya.

Selama perjalanan tiga hari sejak Senin 6 Februari hingga Rabu 8 Februari, belum sampai di Kenyam, belasan pekerja berhasil dievakuasi oleh TNI-Polri menggunakan helikopter. “Saya lega saat mendengar helikopter dan pada saat di helikopter kita baru tahu kita sudah selamat. Ada bapak Kapolres Nduga yang menyelamatkan kita dengan TNI evakuasi kita sampai Timika,” ungkapnya.

Tinus mengaku tidak mau lagi kembali ke Nduga. “Saya masih trauma. Puji Tuhan saya dan teman-teman selamat,” ucap Tinus.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *