BERITA UTAMAPAPUA

Inflasi Kabupaten Mimika Sentuh Angka 4,93 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-rata Inflasi Tahunan di Papua

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
8
×

Inflasi Kabupaten Mimika Sentuh Angka 4,93 Persen, Lebih Tinggi dari Rata-rata Inflasi Tahunan di Papua

Share this article
c54ccb35 e2fe 44ea bb26 bebbafb4882b
Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina

Jayapura, fajarpapua.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat angka inflasi di Kabupaten Mimika menyentuh angka 4,93 Persen pada Juli 2023.

Angka tersebut lebih tinggi dari inflasi tahunan di Papua yang hanya sebesar 3,40 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,65.

Ads

Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Selasa (1/8) mengatakan secara umum seluruh kota yang menjadi barometer IHK di Papua mengalami inflasi.

“Pada Bulan Juli 2023, Merauke mencatat inflasi sebesar 5,21 persen, kemudian disusul Timika sebesar 4,93 persen dan Jayapura sebesar 2,17 persen,” ujarnya.

Inflasi lanjut Adriana, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran seperti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,72 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,46 persen kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,39 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,90 persen.

Menurutnya beberapa komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan inflasi tahunan pada Juli 2023, antara lain bensin, beras, rokok kretek filter, biaya akademi/perguruan tinggi dan rokok putih.

“Sementara beberapa komoditas yang dominan memberikan andil sumbangan deflasi tahunan, antara lain: minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, ikan tongkol dan daging ayam ras,” ujarnya.

Dijelaskan untuk inflasi tahunan tertinggi di kawasan Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen dan terendah terjadi di Mamuju sebesar 1,34 persen.

“Secara nasional, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Merauke sebesar 5,21 persen dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,50 persen,” katanya lagi

Dia menambahkan kelompok bahan makanan di Timika mengalami inflasi yoy (tahunan) sebesar 3,13 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 128,23 pada Juli 2022 menjadi 132,24 pada Juli 2023 sedangkan tingkat inflasi mtm sebesar 1,56 persen dan tingkat inflasi ytd sebesar 5,57 persen.

“Kelompok bahan makanan di Jayapura mengalami deflasi yoy sebesar 1,97 persen atau terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 111,95 pada Juli 2022 menjadi 109,74 pada Juli 2023. Tingkat inflasi mtm sebesar minus 1,78 persen dan tingkat inflasi ytd sebesar minus 0,33 persen,” ujarnya. (an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *