BERITA UTAMAMIMIKA

Mimika Rumah Kita Jadi Tema Mimika Dance Carnival 2023, Toisuta: Karnaval Pertama di Papua yang Menggandeng JFC

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
23
×

Mimika Rumah Kita Jadi Tema Mimika Dance Carnival 2023, Toisuta: Karnaval Pertama di Papua yang Menggandeng JFC

Share this article
IMG 20230830 WA0043
Konferensi pers persiapan even Mimika Dance Carnival 2023.

Ads

Timika, fajarpapua.com – Perayaan HUT Mimika ke 28 yang jatuh pada 8 Oktober 2023 nanti, Pemda Mimika akan menggelar karnaval Budaya Nusantara bertajuk Mimika Dance Carnival (MiDeC) 2023.

Dalam gelaran pertamanya, penyelenggara MiDeC akan langsung disupervisi dan dibantu oleh operator karnaval berkelas dunia Jember Fashion Carnival (JFC).

MiDeC 2023 akan mengusung tema “Mimika Rumah Kita” akan menampilkan secara kontemporer budaya dua suku besar di Kabupaten Mimika yaitu Amungme dan Kamoro dan suku-suku nusantara.

Keputusan Pemda Mimika dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya (Disporabudpar) menggandeng JFC bukan tanpa alasan.

JFC sendiri merupakan barometer karnaval di Indonesia dan juga sebagai penghubung untuk karnaval besar yang tergabung dalam Asosiasi Karnaval Indonesia

Selain itu berbagai prestasi dunia juga pernah diraih JFC seperti Best National Costume dalam ajang kompetisi kontes kecantikan hingga kontes pria internasional yang diikuti oleh 40 hingga 90 an negara di dunia.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Mimika, Jacob “Yopi” Toisuta saat konferensi pers di salah satu Resto di Timika Rabu (30/8) mengatakan tujuan digelarnya MiDeC untuk memperkenalkan budaya Mimika khususnya dua suku besar Amungme Kamoro ke dunia luar dengan tampilan yang lebih kontemporer.

“Ini baru pertama kali di Papua dan di Indonesia Timur dan khususnya di Mimika saya mengharapkan karnaval ini bisa berjalan dengan baik tanpa kurang satu apapun,” katanya.

“Kami juga mengharapkan even ini setiap tahun karena dengan adanya even ini sektor perekonomian akan berjalan. Sebab ini juga merupakan program Pemda yaitu kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak dan bersimbas pada sektor ekonomi,” imbuhnya.

Pihaknya menyadari karena pergelaran ini baru pertama dilaksanakan pasti nantinya banyak kekurangan sehingga diharapkann adanya masukan dan evaluasi agar kedepannya bisa lebih bagus lagi.

“Saya mengharapkan dengan momen ini marilah kita kerjasama dan belajar agar kedepannya bisa berdiri sendiri menggelar kegiatan yang sama. Marilah anak-anak muda belajar dalam festival budaya ini,”ungkapnya.

Direktur JFC Global Indonesia, Anditya Combat mengungkapkan untuk mendukung suksesnya MiDeC 2923 langkah awal pihaknya melakukan riset dan survey area.

Selain itu juga bertemu dengan para talen dan tokoh adat serta semua pemangku jabatan yang ada untuk melakukan koordinasi terkait penyelenggaraan karnaval budaya tersebut.

“Beberapa konsep kita tawarkan dan diterima dengan baik oleh semua pihak karena nantinya kegiatan tersebut akan melibatkan 80 persen warga Mimika dan kami hanya memberikan suport berupa pelatihan hingga pembuatan kostum,”katanya.

Untuk konsep kegiatan Combat menjelaskan, konsep MiDeC terisnpirasi dari tari pergaulan Papua khususnya Tari Seka sehingga dalam karnaval tersebut akan pertunjujan performance di panggung, teatrikal serta dance kolosal.

“Selanjutnya dilanjutkan dengan karnaval yang bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat,” jelasnya.

Combat menjelaskan dalam gelaran perdana MiDeC 2023 akan ditampilkan empat kelompok (devile).

Devile pertama diangkat berdasarkan kekayaan alam Mimika dan Papua seperti Pohon Sagu, Sungai, Sampan, Cenderawasih dan Kasuari.

Devile kedua lanjutnya, bertemakan Budaya Suku Amungme yang nantinya menampilkan baju adat, tarian dan teatrikal Amungme.

Devile ketiga terisnpirasi dari budaya Suku Kamoro, yang juga akan menampilkan baju adat, tarian khususnya Tari Seka dan keempat devile nusantara yang akan menampilkan budaya suku-suku diluar Papua yang ada di Kabupaten Mimika.

“Seluruh devile tersebut akan kita rangkai jadi satu kekuatan utama, artinya kita membutuhkan warga Mimika untuk bergandengan tangan dan berkolaborasi baik itu dari kelompok pelajar hingga semua warga dari berbagai profesi yang ada di Kabupaten Mimika,” jelasnya.

Sementara itu Presiden JFC, Budi Setiawan mengatakan pihaknya melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Mimika untuk membangun sebuah kegiatan yang berkelanjutan dan bertumbuh.

“Dengan adanya kegiatan ini kita mencoba menyiapkan sebuah ruang untuk generasi dan para pemuda di Mimika ini, dimana ruang ini menjadi tempat buat mereka menunjukkan potensinya. Karena kalau tidak disediakan ruang maka karya kreatifnya tidak keluar, maka Mimika Dance Karnival ini sebagai langkah awal untuk memberikan ruang bagi warga Mimika untuk menampilkan kreasinya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan mentranfer ilmu-ilmu sehingga generasi muda Mimika akan menjadi talent yang baik bahkan akan melahirkan karya-karya terbaik kedepannya.

MiDeC juga akan menjadi proses edukasi sehingga warga masyarakat bisa mengekspresikan karya-karyanya dengan kekayaan lokal yang ada di Mimika.

“Bagi kami penamaan Mimika Dance Carnival ini sudah tepat dan sudah sesuai antara nama even dengan karakter masyarakat yang kalau dengar musik langsung joget atau dance. Mimika sangat keren karena banyak potensi yang bisa dibangun,” ujarnya.

Kemudian penyelenggara MiDeC 2023, Mustofa mengatakan even tersebut akan dilaksanakan antara tanggal 7 atau 8 Oktober 2023 karena masih akan dikoordinasikan dengan Panitia HUT ke 27 Kabupaten Mimika.

“Untuk kepastian tanggalnya sementara masih didiskusikan antara dinas, panitia dan penyelenggara kegiatan,” tuturnya.

Mustofa menegaskan kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan seluruh sanggar dan masyarakat umum yang ada di Kabupaten Mimika.

“Untuk talent yang akan tampil mengenakan grand costum dan art wear dari 120 orang yang dibutuhkan sampai hari ini tercatat 50 talent yang lolos seleksi dan semua anak Mimika dan 90 persen Orang Asli Papua. Rekrutmen talent dilakukan secara terbuka dan bisa diikuti oleh seluruh warga yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Sementara untuk pendaftaran peserta MiDeC baru akan dibuka pada Minggu pertama September 2023 dan juga terbuka untuk umum.

Mustofa juga mengungkapkan even tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Mimika.

“Salah satu kebijakan kami adalah tas sovenir tamu atau goodie bag akan menggunakan noken. Sehingga diharapkan lewat even ini mendatangkan dampak perekonomian bagi warga Mimika,”ujarnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *