Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Soal Pembunuhan Sadis Tukang Ojek di SP 5, Polres Mimika Sudah Kantongi Nama Diduga Pelaku, Tapi Ini Kendalanya

IMG 20231002 WA0083
IMG 20231002 WA0083Foto / MIMIKA
Redaksi FP2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Penyidik Polres Mimika sudah mengantongi nama-nama terduga pelaku pembunuhan Sunar, tukang ojek yang jazadnya ditemukan di lokasi galian C jalan poros SP 5 beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Julkifli Sinaga saat ditemui di ruang kerjanya Senin (2/10) mengatakan, meskipun nama-nama terduga pelaku sudah dikantongi namun pihaknya belum cukup bukti untuk melakukan penangkapan. Menurutnya, nama-nama pelaku diketahui berdasarkan keterangan salah seorang tokoh masyarakat.

"Sudah ada nama tapi tidak ada alat bukti yang mengarah kepada mereka dan nama-nama tersebut berdasarkan keterangan salah seorang tokoh masyarakat," katanya.

Menurut Kasat Reskrim, polisi sudah melakukan profiling dan mendapatkan foto-foto dari nama-nama yang diduga sebagai pelaku tersebut.

"Memang orang-orang yang kami duga dari pemantauan kami belum ditemukan, baik di wilayah yang diduga tempat tinggal mereka maupun diseputaran tempat tinggal masyarakatnya," tuturnya.

Ia mengungkapkan, polisi masih terus melakukan pendekatan lewat tokoh-tokoh untuk bisa memberikan keterangan terkait pelaku pembunuhan Sunar.

"Keyakinan penyidik bisa pastikan para tokoh ini tahu semua siapa pelakunya tapi tidak ada yang mau bicara. Selain itu masyarakat di TKP pasti tahu tapi tidak ada yang mau bicara," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan para saksi dan tokoh hanya memberikan petunjuk.

Soal motif, polisi belum bisa memastikan karena dari hasil penyidikan dan TKP berbeda jauh.

"Yang jelas sejauh ini berdasarkan keterangan para saksi dan tokoh mereka sudah berbicara walaupun tidak secara justitia yah. Cuma memberikan petunjuk-petunjuk saja pelakunya dari sini orang sini. Bahkan ada saksi yang menyampaikan pelakunya beberapa orang tetapi dia tidak melihat secara langsung, dia hanya dapat cerita dari masyarakat saja," tegasnya.(ron)