Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tolak Rencana Pembangunan Smelter di Fakfak, Bupati Omaleng Ancam Pimpin Demo Tutup Freeport

87bfb287 f9cb 4e96 bcc7 d19ed836a6ad
87bfb287 f9cb 4e96 bcc7 d19ed836a6adFoto / MIMIKA
Redaksi FP1 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Bupati Mimika Eltinus Omaleng menolak rencana PT Freeport Indonesia membangun pabrik pemurnian di Fakfak, Papua Barat.

Bupati Omaleng menegaskan, seharusnya smelter PT Freeport Indonesia dibangun di daerah tambang tersebut dikelola yaitu di Kabupaten Mimika.

Bahkan orang nomor satu di Kabupaten Mimika tersebut mengancam akan memimpin sendiri demo penutupan operasional PT Freeport Indonesia jika perusahaan tersebut bersikeras membangun smelter di Fakfak, Papua Barat.

"Kenapa Freeport harus bawa keluar terus. Negara yang terbitkan undang-undang tersebut aturannyakan bangun smelter di daerah yang kelola tambang itu sendiri, tapi anehnya bawa keluar Mimika," kata Bupati Omaleng di Kantor DPRD Mimika, Rabu (15/11).

Menanggapi isu smelter akan dibangun di Kabupaten Fakfak, Bupati Omaleng dengan tegas menolak.

"Saya tolak, kalau mau bangun smelter harus di Mimika. Karena disini dari masyarakat adat siapkan tanah, kenapa Freeport harus bawa keluar terus," ungkapnya.

Selain itu, Bupati Omaleng mempertanyakan Freeport memberikan saham kepada Pemerintah tanpa memikirkan hak ulayat. Padahal pemerintah daerah yang selalu dituntut oleh masyarakat adat.

"Kami kaget juga pak Presiden ketemu Chairman Freeport McMoran, Richard Adkerson menambah 10 persen saham, baru masyarakat adat bagaimana. Kalau begitu Freeport kita tutup saja, tidak usah kata-kata lain. Nanti Pak Bupati sendiri yang akan pimpin demo tutup Freeport," ujarnya.(red)