Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Kapolda Papua : Stop Ciptakan Isu Papua Tidak Aman, Jangan Pakai Isu Merdeka untuk Kepentingan Diri dan Kelompok

IMG 20240303 WA0043
IMG 20240303 WA0043Foto / MIMIKA
Redaksi FP2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Kapolda Papua Irjen Pol Drs Mathius D Fakhiri menegaskan wilayah Papua sangat kondusif, sehingga siapapun tidak boleh menggunakan isu Papua merdeka untuk kepentingan diri dan kelompok.

"Stop mempolitisir untuk membodohi masyarakat dengan membuat isu Papua ini lagi tidak aman, satu kata untuk kalian "Ko jangan buat diri inti, stop dengan buat kegaduhan di Tanah Papua," tegas Kapolda Papua saat berkunjung ke Timika, Sabtu (2/3).

Putra asli Papua lulusan terbaik Akpol tahun 1990 itu mengingatkan bahwa Papua ingin maju, sehingga diharapkan kelompok tertentu stop menyebarkan isu yang hanya memberikan keuntungan diri dan kelompok.

"Jadi stop membuat isu Papua untuk kepentingan diri sendiri, bukan kepentingan untuk Papua, mari kita jaga tanah kita dan stop membuat kegaduhan dengan isu Papua," tegasnya lagi.

Terkait nasib pilot Susi air, ia menyampaikan pemerintah Selandia Baru masih mempercayakan Indonesia untuk proses pembebasan.

Sebelumnya Kapolda menerima kunjungan Atase Polisi Selandia Baru, Paul Laurens Bolrell untuk pembebasan Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens, yang disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) Egianus Kogoya, Februari 2023 silam.

"Mereka masih mempercayai Indonesia terhadap upaya pembebasan pilot Susi Air. Saya bersama pangdam bersepakat untuk tidak menggunakan pihak ketiga yang memanfaatkan isu Papua," ungkap Kapolda Mathius saat berkunjung ke Timika, Sabtu (2/3).

Dikemukakan, dirinya bersama Pangdam XVII/Cenderawasih bersepakat untuk melakukan negosiasi yang difasilitasi pemerintah, tokoh agama, dan tokoh adat setempat.

"Kami sangat butuhkan keterlibatan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh Gereja Kingmi karena disana pelayanan oleh Gereja Kingmi, mereka yang digunakan sebagai pihak ketiga untuk berkomunikasi," ujarnya.(moa)