Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Polisi Identifikasi Pilot Helikopter Dihabisi 5 Anggota KKB Nduga, Seminggu Sebelum Kejadian Sudah Berada di Alama

IMG 20240808 WA0145
IMG 20240808 WA0145Foto / PAPUA
Redaksi FP2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Satgas Ops Damai Cartenz-2024 telah selesai melakukan olah TKP insiden pembunuhan pilot helikopter PT. Intan Angkasa Air Service berkebangsaan Selandia Baru, Mr Glend Malcolm Conning di Distik Alama, Kabupaten Mimika.

Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani selaku Kepala Operasi Damai Cartenz-2024 menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot Glen. Ia menjelaskan kegiatan olah TKP telah selesai, dilanjutkan dengan penyelidikan dan penyidikan.

"Olah TKP di Distrik Alama telah selesai dan saat ini upaya penegakan hukum terhadap pelakunya sedang berproses," ujar Brigjen Faizal Ramadhani.

Selanjutnya Kaops mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, diketahui bahwa KKB dari Nduga sudah berada di lokasi selama seminggu sebelum melakukan pembunuhan.

Setidaknya KKB tersebut berjumlah lima orang, empat diantaranya membawa senjata api laras panjang dan satu orang membawa parang. Menurut keterangan para saksi yang mendengar mereka berbicara bahwa dari logat dan bahasanya diduga kuat merupakan orang dari daerah Nduga.

"Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi dan dari keterangan mereka yang melihat, mendengar dan menyaksikan terjadinya pembunuhan terhadap pilot Glen, telah kami identifikasi bahwa diduga pelakunya adalah KKB dari Nduga" jelas Faizal

Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 berkerjasama dengan Polres Mimika tetap berkomitmen untuk terus melakukan penegakan hukum, melakukan pengejaran dan mengungkap kasus ini secepatnya.

"Mohon doanya yaa rekan-rekan, semoga kasus ini dapat segera diungkap dan para pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkas Faizal.

Kemudian Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah TKP, ditemukan beberapa lubang peluru di beberapa titik pada badan helikopter.

"Berdasarkan hasil olah TKP, kami menemukan bahwa terdapat 9 lubang peluru pada bagian badan helicopter antara lain pada kaca atas, bagian rotor, baling-baling dan ekor helicopter. Selain itu kami juga menemukan 6 selongsong peluru kaliber 5,56mm di sekitar helicopter tersebut. Jenazah pilot ditemukan berada di dalam kokpit helicopter sebelah kiri," jelas Bayu.(ron)