Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Meski Akhir Jabatan Dilepas Tanpa Paripurna, OMTOB Berhasil Capai RPMJ Hingga 65 Persen, John Rettob : Mewakili Pak Eltinus Saya Ucapkan…

IMG 20240909 WA0002
IMG 20240909 WA0002Foto / MIMIKA
Redaksi FP3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Mantan Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan terimakasih kepada semua stakeholder, forkopimda, unsur pimpinan agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan media yang telah bekerja sama hingga masa jabatan dirinya bersama Eltinus Omaleng (OMTOB) berakhir 6 September 2024 lalu.

Meski menunaikan tugas selama 5 tahun, namun JR cukup kecewa lantaran diakhir masa jabatannya dilepas begitu saja tanpa ada paripurna.

"Saya tidak tahu kenapa tidak ada paripurna, atau mungkin karena pilkada ini sehingga masih pada sibuk, sehingga tidak ada ucapan bagi kami OMTOB," ujar JR saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/9).

Ia meminta maaf jika selama masa kepemimpinannya bersama Eltinus Omaleng ada hal yang tidak sesuai keinginan masyarakat. Namun untuk pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga akhir masa jabatan mencapai 65 persen.

"Jadi mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan telah kita lakukan dan saya merasa kita sudah meletakkan dasar-dasar, terutama dasar pembangunan kabupaten Mimika untuk selanjutnya," ungkap JR ditemui di kediamannya, Minggu (9/9).

Menurutnya, wilayah Mimika merupakan salah satu daerah yang memiliki riset kesehatan dasar sehingga menjadi tolak ukur untuk pembangunan kedepan.

"Kita memang utamakan kesehatan tapi kita tetap harus memperhatikan infrastruktur yang lain. Kalau ada infrastruktur yang baik otomatis kesehatan masyarakat terwujud yang bisa mendukung pembangunan aspek lain mulai dari pendidikan, ekonomi dan lainnya," paparnya.

Ia mengatakan khusus masalah kesehatan Mimika merupakan daerah yang memberikan sumbangsih kasus malaria hingga 30 persen secara nasional. Namun Pemda Mimika sudah menetapkan di tahun 2026 kasus malaria berhasil dieliminasi.

"Kita sudah melakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka malaria dengan berkolaborasi dengan PTFI, YPMAK dan Kementerian Kesehatan. Kendala kita ini ternyata ada di data yang mana kadang ada beberapa masyarakat yang datang periksa secara berulang sehingga menumpuk datanya. Jadi diakhir masa jabatan ini kami menciptakan aplikasi untuk satu pasien memiliki satu data saja sehingga administrasi kita jelas," ujarnya.

Selain kesehatan, untuk pendidikan ia mengatakan karena kekurangan guru menjadi satu kendala sehingga diakhir masa jabatannya pihaknya memprroses BPKN dan Menpan untuk kuota guru di Mimika.

"Kita lihat kalau di wilayah kota IPM kita tinggi, tapi kita belum pernah membedah. Sehingga saya pernah meminta untuk dilakukan pembedahan mulai dari tingkat Distrik, sampai kampung sehingga kita bisa lihat dimana IPM kita terendah disitu lah kita bisa bangun untuk periode selanjutnya," jelasnya.

Selain itu ia juga mengucapkan terimakasih kepada Eltinus Omaleng, atas kerja sama dan dedikasi kepada pemerintah dan masyarakat yang ada di kabupaten Mimika.

"Saya berharap apa yang terjadi di kabupaten Mimika ini tidak terjadi lagi kedepan dan kita di Mimika jangan sampai gampang politisasi, kriminalisasi, dan hal- hal yang kurang baik, orang jarang melihat sejarah tapi orang hanya melihat satu dua hari ini, saya mewakili pak Omaleng mengucapkan terimakasih untuk semua masyarakat Mimika," tutupnya. (moa)