Timika, fajarpapua.com - Kapolres Mimika AKBP I Komang Budi Artha menegaskan akan memproses hukum baik sipil maupun aparat yang memberi akses pendakian ke Puncak Cartenz tanpa SOP yang jelas.
Pasalnya, peristiwa beberapa waktu lalu akibat tidak adanya koordinasi atau informasi kepada pihak penjaga maupun aparat keamanan.
"Kita tidak tahu tiba-tiba sudah ada jenazah yang dievakuasi, dan info yang kami dapat ada keterlibatan mantan BKO, ataupun karyawan untuk membantu para pendaki ini bisa mendaki tanpa SOP yang baik, kita akan telusuri dan tindak tegas," ujar Kapolres saat dikonfirmasi, Kamis (10/10).
Ia mengatakan, penjagaan yang dilakukan Balai Taman Nasional Lorentz sudah sesuai standar, dan sudah jelas pasti akan ada koordinasi dengan aparat. Yang dikhawatirkan kalau mereka melakukan pendakian dibantu oknum-oknum tertentu perlu diwaspadai.
"Secara pengawalan, kemudian keselamatan itu harus dari kami. Tapi kadang para pendaki ini tidak mau ribet akhirnya mencari jalan pintas mendaki tanpa ada laporan yang jelas. Dampaknya bisa terjadi seperti kemarin ini yang kami sesalkan," jelasnya.
Ia mengimbau bagi para pendaki yang ingin melakukan pendakian ikuti prosedur alur yang baik, sehingga kecelakaan ataupun hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.
"Saya pikir masyarakat ini paham, jika berjalan sesuai prosedur pasti akan baik, lagian untuk balai Taman Nasional Lorentz ini mereka paham waktu mendaki yang baik, situasinya secara SOP mereka paham sehingga ini perlu diikuti oleh para pendaki. Kami secara tegas akan menindak oknum-oknum baik sipil maupun aparat yang membantu melakukan pendakian tanpa SOP yang benar," pungkasnya.(moa)

