Timika, fajarpapua.com – Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Wilayah Pertahanan XV Ngalum Kupel membakar ratusan bendera Merah Putih hasil rampasan dari aparat TNI-Polri yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang. Dalam aksi tersebut, mereka juga memamerkan salah satu anggotanya yang pernah terlibat pembunuhan terhadap seorang polisi pada tahun 2021.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan juru bicara TPNPB Sebby Sambom, aksi pembakaran bendera disebut sebagai simbol penolakan terhadap kehadiran Indonesia di Papua.
“Mewakili TPNPB di 36 Komando Pertahanan dan atas nama rakyat bangsa Papua, TPNPB Komando Wilayah Pertahanan XV Ngalum Kupel bakar ratusan bendera Merah Putih, dan kami injak, itu artinya kami benar menolak penjajahan Indonesia di Papua,” ujarnya, Jumat (8/8).
Sebby menjelaskan, ribuan bendera yang dibakar itu merupakan hasil rampasan dari aparat keamanan.
Dalam foto yang dibagikan, tampak seorang anggota TPNPB memegang senjata jenis pump shotgun. Menurut Sebby, pria tersebut pernah menembak mati seorang anggota polisi dan merampas pistolnya pada 2021. Senjata yang dipegangnya kini disebut disumbangkan untuk digunakan dalam serangan terhadap pos militer dan kepolisian di wilayah Pegunungan Bintang.
TPNPB mengklaim siap melancarkan serangan kapan saja terhadap aparat TNI-Polri di wilayah tersebut. Mereka juga menyatakan siaga penuh menunggu perintah.(red)








