Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Istri Pejabat Pajak di Manokwari Ditemukan Dimutilasi, Pelaku Diduga Mantan Tukang Bangunan

Jazad korban saat dievakuasi
Jazad korban saat dievakuasiFoto / PAPUA
Redaksi FP2 menit baca8 kali dibaca

Manokwari, fajarpapua.com — Warga Manokwari, Papua Barat, digemparkan dengan temuan jasad seorang perempuan yang diduga menjadi korban mutilasi. Korban diketahui bernama AGT (38), istri dari seorang pejabat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Manokwari.Peristiwa tragis ini terungkap setelah sang suami melaporkan istrinya hilang ke Polresta Manokwari pada Senin (10/11). Berdasarkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan dengan berbekal foto korban serta jejak bercak darah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.Kapolresta Manokwari Kombes Ongky Isgunawan mengatakan, pencarian dilakukan secara intensif hingga akhirnya membuahkan hasil. Dengan bantuan anjing pelacak, tim kepolisian menemukan jasad korban di septic tank sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Reremi Puncak, Distrik Manokwari Barat, pada Selasa (11/11).“Korban ditemukan di septic tank dalam keadaan tubuh tidak utuh. Setelah dilakukan penggalian, jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Manokwari untuk keperluan otopsi,” ujar Kombes Ongky kepada wartawan, Selasa malam.Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban tewas akibat tindak kekerasan berat yang mengarah pada pembunuhan berencana disertai mutilasi. Polisi masih menunggu hasil resmi otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian.Tak lama setelah penemuan jasad, aparat gabungan Polresta Manokwari dan Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Barat berhasil menangkap terduga pelaku berinisial YH alias Gembul, warga Ponorogo, Jawa Timur, di Kampung Ingramui.“Pelaku merupakan orang yang pernah bekerja di rumah korban sebagai tukang bangunan. Saat ini sudah kami amankan dan masih dilakukan pemeriksaan intensif. Motif masih kami dalami,” tambah Kapolresta.Sementara itu, lokasi tempat tinggal korban telah dipasangi garis polisi. Sejumlah warga terlihat mendatangi lokasi untuk melihat langsung proses olah tempat kejadian perkara (TKP) meski hujan turun deras.Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus ini dan mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik aksi sadis tersebut.(red)