Jayapura, fajarpapua.com – Guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pelni Jayapura memastikan seluruh armada kapal yang datang siap melayani masyarakat di Pelabuhan Jayapura.
Kepala Operasi Pelni Jayapura Faisal mengatakan, masa angkutan Nataru akan berlangsung mulai 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Pelni telah mempersiapkan armada kapal laut untuk melayani penumpang dan melakukan uji petik bersama KSOP serta pengecekan keselamatan pada kapal penumpang dan kapal perintis.
“Ada 25 kapal penumpang yang telah siap melayani masyarakat saat mudik liburan, dan sudah 21 kapal yang tuntas workshop keselamatan, dan empat kapal lainnya akan diselesaikan sebelum masuk masa peak season,” ucap Faisal kepada awak media, Selasa (18/11/2025).
Pelni memperkirakan jumlah penumpang pada Desember kembali meningkat mengikuti tren tiga tahun terakhir. Pada periode Nataru 2022–2024, jumlah penumpang mencapai sekitar 22 ribu orang. “Pada musim liburan tahun ini, kami perkirakan bisa naik menjadi 23 ribu penumpang untuk Desember. Sementara Januari diprediksi sekitar 11 ribu penumpang,” katanya.
Faisal mengatakan, enam kapal penumpang yang melayani Jayapura akan beroperasi sepanjang masa angkutan Nataru, yakni KM Gunung Dempo, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Dorolonda, KM Sinabung serta tambahan satu armada KM Labobar.
KM Labobar menjadi penguatan kapasitas penumpang dengan rute panjang meliputi Jayapura–Serui–Nabire–Manokwari–Sorong–Ternate–Bitung hingga Ambon dan kembali menuju Surabaya dalam siklus perjalanan satu bulan.
Tiga kapal perintis Pelni Jayapura juga dioperasikan, yaitu Sabuk Nusantara 81, Sabuk Nusantara 100 dan Sabuk Nusantara 58. “Saat ini Pelni masih menunggu keputusan pusat terkait kemungkinan penambahan kapal perintis dan dukungan manajemen rute lainnya. Puncak arus diperkirakan 19–24 Desember,” ungkapnya.
Sementara itu Kabag Keuangan Pelni Cabang Jayapura Ahmad Rizal Fahmi menyampaikan seluruh kapal dalam kondisi prima karena setiap tahun wajib masuk dok, baik untuk perbaikan maupun pengecekan menyeluruh. “Mengenai program mudik gratis dan stimulus ekonomi 20–50 persen dari Kementerian Perhubungan, pihak cabang masih menunggu keputusan resmi dari Pelni Pusat,” tuturnya.
Untuk tiket, harga sementara masih normal. Sistem pembelian melalui Pelni Mobile memudahkan penumpang melakukan check-in dan boarding mandiri mulai 12 jam hingga 30 menit sebelum keberangkatan.
Pelni juga mengingatkan penumpang terkait batas bagasi maksimal 40 kg, larangan membawa hewan peliharaan, kepatuhan pada daftar barang terlarang di atas kapal, serta imbauan membeli tiket hanya di loket resmi, agen resmi atau aplikasi Pelni Mobile. (hsb)

