BERITA UTAMA

Kolaborasi Lintas Sektor ESDM, PLN Pastikan Pasokan Listrik Papua Tetap Prima Selama Libur Nataru

95
×

Kolaborasi Lintas Sektor ESDM, PLN Pastikan Pasokan Listrik Papua Tetap Prima Selama Libur Nataru

Share this article
anggota BPH Migas saat memberikan keterangan kepada pers

Jayapura, fajarpapua.com — PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik demi kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ibadah dan momen kebersamaan keluarga di Tanah Papua berlangsung aman dan tanpa gangguan listrik.

iklan

Kesiapan tersebut dipastikan melalui peninjauan lapangan Ketua Posko Nasional Sektor ESDM 2025/2026, Erika Retnowati, bersama jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Pertamina di Gardu Induk (GI) Skyline, Kota Jayapura, Sabtu (27/12).

Kolaborasi lintas sektor di bawah naungan ESDM ini bertujuan memastikan seluruh ekosistem energi, baik kelistrikan maupun BBM, berada dalam kondisi siaga penuh menghadapi potensi peningkatan kebutuhan energi selama libur akhir tahun.

Erika Retnowati mengapresiasi kesiapan sistem kelistrikan yang dikelola PLN di wilayah Papua. Ia menilai cadangan daya yang tersedia masih sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami mendapat penjelasan bahwa cadangan daya masih mencapai 48 persen, bahkan secara nasional sekitar 50 persen. Artinya, antara beban puncak dan daya mampu pasok masih dalam kondisi sangat aman,” ujar Erika di sela-sela kunjungan.

Untuk menjaga keandalan pasokan, PLN mengerahkan sebanyak 1.231 personel siaga, mulai dari pegawai internal hingga Pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Selain itu, PLN juga menyiapkan infrastruktur pendukung berupa 36 unit gardu bergerak (UGB), 23 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 98 unit mobile genset yang disiagakan di berbagai objek vital dan lokasi strategis.

Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menjelaskan bahwa penguatan sistem kelistrikan dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah pelayanan.

“Di Papua terdapat sembilan area dengan total daya mampu sebesar 543,58 MW di seluruh sistem. Pembangkit utama kami, seperti PLTU, PLTMG, dan PLTD yang tersebar di berbagai kota, semuanya dalam kondisi aman dan siap menyuplai listrik selama Natal dan Tahun Baru. Secara keseluruhan, cadangan daya di Papua mencapai sekitar 35 persen,” jelas Diksi.

Selain aspek teknis, PLN juga mengantisipasi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, termasuk pemantauan bibit siklon di wilayah selatan Papua.

Pemetaan risiko dan langkah mitigasi bencana telah disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi gangguan jaringan akibat faktor alam.

Sebagai bagian dari dukungan transisi energi bersih, PLN juga menyiapkan 32 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 23 lokasi di Papua untuk melayani peningkatan pengguna kendaraan listrik selama masa libur Nataru.

“Setiap kantor PLN, khususnya sembilan kantor UP3, telah dilengkapi SPKLU. Selain itu, fasilitas juga tersedia di lokasi strategis seperti kantor ULP Sentani dekat bandara, Mall Sorong, serta Saga Mall di Jayapura,” tambahnya.

Menutup tahun 2025 dengan kondisi sistem kelistrikan yang surplus, PLN bersama Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina menegaskan komitmen memperkuat pemerataan energi ke depan.

Salah satu fokus utama adalah percepatan program elektrifikasi bagi sekitar 4.200 desa di Papua yang hingga kini belum menikmati layanan listrik, sebagai upaya mewujudkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Humas PLN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *