Yahukimo, fajarpapua.com – Pengakuan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) wilayah Yahukimo terkait aksi pembakaran sekolah dan kendaraan sipil viral di media sosial.
Pengakuan terbuka tersebut menuai kecaman luas karena dinilai sebagai bentuk teror nyata terhadap masyarakat sipil di Papua Pegunungan.
Dalam pernyataan yang beredar di sejumlah platform media sosial sejak Kamis (1/1) lalu oknum yang mengaku sebagai juru bicara OPM Yahukimo secara terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran fasilitas pendidikan dan kendaraan milik warga.
Konten tersebut dengan cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari warganet.
Aksi pembakaran yang diakui OPM itu berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Aktivitas belajar mengajar terganggu akibat sekolah yang dibakar, sementara kendaraan sipil yang menjadi sasaran menyebabkan kerugian materiil dan menimbulkan rasa takut di tengah warga.
Aparat keamanan menegaskan pengakuan OPM di media sosial merupakan bukti kuat aksi teror yang menyasar warga sipil.
Tindakan tersebut dinilai melanggar hukum dan kemanusiaan karena menjadikan fasilitas pendidikan serta sarana masyarakat sebagai target kekerasan.
Pasca viralnya pengakuan tersebut, kabarnya aparat TNI-Polri meningkatkan pengamanan di wilayah Yahukimo guna mencegah aksi lanjutan dan menjamin keselamatan masyarakat.
Pemerintah daerah juga mulai melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan langkah pemulihan terhadap fasilitas umum yang terdampak.
Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi oleh narasi di media sosial, serta aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan.
Viralnya pengakuan OPM di ruang digital ini kembali menegaskan kelompok separatis tersebut secara terbuka menggunakan media sosial sebagai sarana propaganda dan teror, yang pada akhirnya merugikan masyarakat sipil Papua. (mas)

