Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tragis, Perempuan ODGJ Jadi Korban Konflik Kwamki Narama, Tewas Dipanah di Jalan Aspal Kampung Maleo

ec7c3faf-2f7d-4537-8852-e1b05c296fce
ec7c3faf-2f7d-4537-8852-e1b05c296fceFoto / MIMIKA
Redaksi FP2 menit baca6 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com – Seorang perempuan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi korban tragis akibat konflik antar kelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Korban diketahui bernama Aprilia Magai ditemukan tewas dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya di jalan aspal Kampung Maleo, Senin (5/1) sekitar pukul 11.00 WIT.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyampaikan korban bukan bagian dari kelompok yang berkonflik dan diduga hanya melintas di lokasi kejadian.

“Korban ini diduga ODGJ. Sehari-hari memang sering berjalan ke sana kemari. Saat kejadian, tidak diketahui secara pasti siapa pelakunya, namun ada saksi yang sempat berteriak meminta agar korban tidak dipanah,” ujar Kapolsek.

Menurut Kapolsek, peristiwa itu terjadi saat aparat keamanan tengah melakukan pembongkaran tenda-tenda perang di wilayah konflik.

Korban sempat melintas di sekitar lokasi dan bahkan meminta minum kepada aparat keamanan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah wilayah kubu Newegalen.

“Setelah aparat keamanan selesai dan meninggalkan lokasi, korban berjalan ke wilayah kubu Newegalen. Di situlah korban kemudian dipanah hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban agar jenazah dimakamkan secara layak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga agar korban tidak dibakar, karena korban bukan bagian dari konflik atau orang perang. Kami minta agar dimakamkan sesuai dengan tata cara agama,” tambah Kapolsek.

Peristiwa ini menambah daftar korban sipil dalam konflik Kwamki Narama dan menjadi perhatian serius aparat keamanan agar masyarakat non-konflik, khususnya kelompok rentan, tidak lagi menjadi korban kekerasan.
(ron)