BERITA UTAMAMIMIKA

Polisi Beberkan Kronologis Perempuan ODGJ yang Dipanah di Kwamki Narama, Sempat Berteriak Minta Pelaku…

52
×

Polisi Beberkan Kronologis Perempuan ODGJ yang Dipanah di Kwamki Narama, Sempat Berteriak Minta Pelaku…

Share this article
Jenazah saat berada di rumah sakit.

Timika, fajarpapua.com – Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki membeberkan kronologis tewasnya seorang perempuan bernama Aprilia Magai yang dipanah kelompok Newegalen saat konflik di Distrik Kwamki Narama, tepatnya di Jalan Aspal batas antara Kelompok Niwigalen dan Kelompok Dang, Senin (5/1) sekitar pukul 11.47 WIT.

Iptu Yusak Selasa (26/1) menjelaskan, menurut keterangan warga, korban sempat melintas di kompleks tempat warga berkumpul. Warga telah menyampaikan agar korban tidak mendekat ke arah Kelompok Niwigalen karena dinilai berbahaya.
Namun korban yang dalam kondisi gangguan kejiwaan tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sekitar 10 meter dari jembatan aspal, korban kemudian dipanah berulang kali oleh beberapa orang dari Kelompok Niwigalen.

iklan

“Warga sekitar kemudian berteriak kepada pelaku agar tidak lagi memanah korban, karena korban tidak memiliki keterkaitan dengan aksi saling serang atau konflik antar kelompok, apalagi korban seorang perempuan,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit. Setelah itu pihak keluarga datang dan membawa pulang jenazah untuk dikremasi.

“Tiba di RSMM jenazah ditempatkan di kamar jenazah. Setelah keluarga datang, jenazah dibawa pulang dan dikremasi oleh pihak keluarga,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menjadi korban ditengah konflik yang terjadi di Distrik Kwamki Narama.

Korban Aprilia Magai ditemukan tewas di jalan aspal Kampung Maleo Distrik Kwamki Narama dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya, Senin (5/1) sekitar pukul 11.00 WIT.

Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki mengatakan, korban dipanah hingga tewas saat melintas di wilayah kubu Newegalen.

“Dia itu diduga orang kurang waras, biasa jalan-jalan kesana kemari. Waktu dipanah kita tidak melihat siapa pelakunya, namun ada saksi yang berteriak meminta agar korban tidak dipanah,” katanya. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *