Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan bahwa inovasi program pemenuhan gizi bagi siswa telah lebih dahulu dijalankan di daerah ini, bahkan sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan secara nasional.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan bahwa melalui dukungan dana otonomi khusus, Pemkab Mimika sejak lama menyalurkan bahan makanan langsung ke sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan asupan gizi peserta didik.
“Program pemberian makanan bagi siswa sebenarnya sudah berjalan lama di Mimika. Mekanismenya, pemerintah mengirim bahan makanan ke sekolah, lalu dimasak oleh guru dan orang tua murid untuk dimakan siswa,” ujar Bupati Rettob.
Menurutnya, pola tersebut merupakan inovasi daerah dalam menjawab kebutuhan gizi siswa, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses dan kondisi geografis yang beragam.
Keterlibatan guru dan orang tua murid dalam proses pengolahan makanan dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memastikan makanan yang dikonsumsi sesuai kebutuhan siswa.
Seiring dengan implementasi program MBG secara nasional, Pemerintah Kabupaten Mimika kini membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG guna memperkuat koordinasi dan pengawasan pelaksanaan program di daerah.
Bupati Rettob menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 13 hingga 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Mimika.
Namun demikian, koordinasi antara pelaksana program dan pemerintah daerah masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penentuan sekolah sasaran serta mekanisme distribusi bahan makanan.
Satgas MBG yang dibentuk melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, instansi teknis, hingga aparat keamanan.
Langkah ini diambil untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, serta menyesuaikan dengan karakteristik wilayah Mimika.
Bupati Rettob menambahkan, pelaksanaan program MBG di Mimika memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis Papua yang tidak seragam.
Distribusi bahan makanan ke sejumlah wilayah harus melalui jalur laut maupun udara, berbeda dengan daerah lain yang sebagian besar dapat dijangkau melalui transportasi darat.
Karena itu, pemerintah daerah menilai strategi distribusi harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan memprioritaskan sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan layanan pemenuhan gizi.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program nasional MBG, sekaligus memastikan pelaksanaannya selaras dengan pengalaman dan inovasi daerah yang telah lebih dulu dijalankan. (moa)


Komentar (0)