Lewati ke konten utama

TP-PKK Mimika Barat Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Warga Panen Kangkung dan Terima Bibit Kelor

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.52 WIT3 menit baca84 dibaca
Foto bersama saat kegiatan TP-PKK di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat.
Foto bersama saat kegiatan TP-PKK di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika ikut mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga hingga ke kampung-kampung pesisir di Kabupaten Mimika.

Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja tim monitoring TP-PKK Kabupaten Mimika ke Distrik Mimika Barat yang dipusatkan di Kampung Kokonao. Selain pembinaan kelembagaan PKK, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pemanfaatan pekarangan rumah, panen hasil kebun warga, serta penyerahan bibit tanaman produktif.

Mewakili TP-PKK Kabupaten Mimika, Kepala UPTD Perbibitan Tanaman Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika Apolos D. Asmuruf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program yang sebelumnya telah dicanangkan TP-PKK Kabupaten Mimika.

“Ini merupakan inisiatif TP-PKK Distrik Mimika Barat sebagai tindak lanjut dari program yang telah dilakukan TP-PKK Kabupaten. Kami datang untuk melihat langsung perkembangan dan implementasinya di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan yang dipimpin Ketua TP-PKK Distrik Mimika Barat Ny. Sisilia Y. Warinussy bersama Sekretaris TP-PKK Distrik Ny. Tuti itu diikuti kader PKK dari sejumlah kampung, diantaranya Migiwia, Apuri, Kokonao dan kampung lainnya di wilayah Mimika Barat.

Pembinaan difokuskan pada program kerja Pokja III yang membidangi pangan, sandang dan tata laksana rumah tangga melalui program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman).

Selain memberikan edukasi kepada kader, tim juga mendampingi pembentukan kepengurusan TP-PKK tingkat kampung sebagai persiapan pelantikan pengurus.

Apolos menjelaskan, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, terutama bagi masyarakat pesisir yang memiliki tantangan akses logistik.

Ia juga mengajarkan cara membuat pupuk organik sederhana dari bahan rumah tangga seperti air cucian beras dan sisa bawang.

“Bahan-bahan yang ada di sekitar rumah sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi pupuk alami. Selain mudah diperoleh, cara ini juga membantu menekan biaya produksi dalam budidaya sayur dan tanaman pangan,” katanya.

Hasil pendampingan tersebut mulai terlihat melalui panen kangkung bersama warga dan kader PKK. Panen itu menunjukkan potensi pertanian di wilayah pesisir Mimika Barat dapat berkembang jika dikelola dengan baik. Pada kesempatan yang sama, TP-PKK Kabupaten Mimika melalui Pokja III menyerahkan bibit tanaman kelor dan sirih kepada masyarakat.

Menurut Apolos, kelor dipilih karena memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk mendukung kebutuhan nutrisi keluarga. Sementara sirih dipilih karena memiliki nilai budaya dan banyak digunakan masyarakat pesisir dalam kehidupan sehari-hari.

“Selama ini kebutuhan sirih sebagian besar masih didatangkan dari luar wilayah. Dengan adanya bibit ini, masyarakat bisa menanam sendiri dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Warga juga mengusulkan bantuan bibit tanaman buah untuk ditanam di lingkungan rumah. Namun kondisi wilayah pesisir yang sering terdampak pasang air laut menjadi tantangan bagi tanaman tahunan.

Menanggapi hal itu, Apolos menyarankan penggunaan planter bag atau kantong tanam agar tanaman buah dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman saat air pasang.

“Kalau menggunakan planter bag, tanaman seperti rambutan, jambu atau alpukat bisa dipindahkan ke tempat yang aman ketika air naik. Ini menjadi salah satu solusi yang cukup efektif untuk wilayah pesisir,” bebernya.

Ia menambahkan, keberhasilan program PKK membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat kabupaten, distrik, kampung hingga keluarga.

“Sinergi dan kolaborasi harus terus dibangun. Ketika ada rasa memiliki dari setiap individu, keluarga maupun kelompok kerja PKK, maka seluruh program yang dijalankan akan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (moa)