Lewati ke konten utama

Tidak Ijinkan Demo 3 Agustus, Kapolres Jayapura : Negara Indonesia Cuma Satu, Tidak Ada Negara di Dalam Negara

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
19.33 WIT3 menit baca148 dibaca
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP HelanFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Jayapura tetap aman, damai, dan kondusif menjelang rencana aksi unjuk rasa pada 3 Agustus 2026.

"Kami di Polres Jayapura memastikan seluruh langkah pengamanan telah dipersiapkan secara maksimal guna menjamin rasa aman bagi masyarakat," kata AKBP Dionisius Helan, Jumat (31/7/2026).

Kapolres mengatakan, Polri bekerja berdasarkan konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tugas utama kepolisian adalah memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mencegah segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

"Sesuai arahan Bapak Kapolda Papua, tugas kami sangat jelas, yaitu melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak merasa takut maupun terpengaruh oleh aktivitas yang bertentangan dengan hukum," ujarnya.

Ia menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan satu-satunya negara yang sah sehingga tidak ada ruang bagi aktivitas yang bertentangan dengan konstitusi maupun yang berpotensi mengganggu persatuan, ketertiban, dan keamanan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

"Negara kita hanya satu, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada negara di dalam negara. Sebagai Kapolres Jayapura, saya tidak akan memberikan izin terhadap kegiatan apa pun yang berpotensi mengganggu kamtibmas maupun mengancam ketertiban umum di wilayah hukum Polres Jayapura," tegasnya.

Menurut Dionisius, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Hingga kini, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah telah menyatakan komitmen bersama untuk menjaga Kabupaten Jayapura tetap aman dan menolak aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polres Jayapura menyiapkan hampir 600 personel gabungan TNI-Polri yang akan disiagakan di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Kapolres juga menyampaikan Pemerintah Kabupaten Jayapura memberikan dukungan penuh terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan. Bupati Jayapura, katanya, meminta seluruh jajaran keamanan menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.

"Dukungan dari Bapak Bupati menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga Kabupaten Jayapura tetap aman dan damai," katanya.

Dionisius mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang dapat memecah persatuan. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, menghormati hukum yang berlaku, serta memelihara kedamaian yang telah terbangun di Kabupaten Jayapura.

"Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Polres Jayapura akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat. Mari kita jaga Kabupaten Jayapura agar tetap aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya.(hsb)