Lewati ke konten utama

3 Warga Sipil Jadi Korban Penembakan, Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Satu Jenazah di Kawasan Longsor Yahukimo

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
20.32 WIT3 menit baca277 dibaca
Proses evakuasi warga sipil korban penembakan di kawasan longsor, Yahukimo
Proses evakuasi warga sipil korban penembakan di kawasan longsor, YahukimoFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Personel Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah seorang warga sipil asal Unaukam, Teina Alya, yang merupakan salah satu dari tiga korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pada 20 Juli 2026.

Evakuasi dilakukan di kawasan Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (31/7).

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan, proses evakuasi dilakukan setelah pihak keluarga mengajukan permohonan bantuan kepada TNI melalui Kodim Yahukimo.

Permohonan tersebut disampaikan melalui video pernyataan pada 27 Juli 2026 oleh Bison Male selaku Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale yang mewakili keluarga korban.

"Pihak keluarga memohon bantuan kepada TNI agar jenazah almarhumah Teina Alya dapat segera dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat istiadat serta keyakinan keluarga," kata Wirya.

Setelah menerima informasi mengenai keberadaan jenazah, Koops TNI Habema segera menyiapkan operasi evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi medan, aspek keamanan personel, serta penghormatan terhadap korban dan keluarganya.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan pesawat tanpa awak, jenazah ditemukan di kawasan longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter. Lokasi tersebut berjarak sekitar 100 meter dari titik penembakan.

Menurut Wirya, medan yang curam dan sulit dijangkau membuat personel harus menggunakan teknik vertical rescue untuk mencapai lokasi jenazah.

"Medan yang dihadapi cukup ekstrem. Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel terlebih dahulu mengamankan sejumlah titik di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap aman," ungkapnya. Setelah situasi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali menuju dasar longsoran. Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi secara bertahap hingga berhasil dibawa ke atas.

"Seluruh proses dilakukan dengan penuh kehati-hatian serta tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban dan keluarganya," bebernya.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat serta keyakinan keluarga.

Wirya mengatakan, keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan bantuan kemanusiaan ketika menghadapi situasi darurat.

"Dalam kondisi apa pun, keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas. Kami akan terus berupaya hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat," ujarnya.

Koops TNI Habema juga mengimbau seluruh pihak menghindari tindakan kekerasan dan mengedepankan penyelesaian secara damai demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua. (ron)