Timika – Tokoh intelektual Mimika Yohanes Kibak menilai pengunduran diri Jania Basir dari jabatan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika merupakan hak pribadi sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang tidak layak digiring ke ranah politik.
Pernyataan demikian merespons komentar spekulatif Anggota DPRP Papua Tengah, Yohanes Kemong, yang mengaitkan pengunduran diri tersebut dengan polemik pesawat milik Pemda Mimika.
Kibak mengingatkan publik agar tidak terburu-buru membangun opini tanpa dasar yang jelas. Ia menilai pejabat publik, termasuk wakil rakyat di tingkat provinsi, perlu lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu kesalahpahaman ditengah masyarakat.
“Pengunduran diri seorang kepala dinas adalah hak pribadi bersangkutan. Tidak perlu dikaitkan dengan asumsi yang belum tentu benar. Jangan sampai muncul opini seolah-olah ada kepentingan tertentu, padahal alasan sebenarnya bisa saja bersifat pribadi,” ujarnya kepada awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (21/2/2026).
Ia juga menyinggung polemik pesawat Pemda yang kembali disorot. Menurutnya, persoalan tersebut telah melalui proses hukum panjang dan telah diuji di pengadilan.
“Masalah itu sudah lama dan sudah selesai. Tidak terbukti secara hukum. Jadi tidak perlu terus diangkat seakan-akan masih menjadi persoalan,” tuturnya.
Kibak menegaskan kritik dalam demokrasi merupakan hal wajar, namun harus disampaikan secara proporsional dan berbasis fakta, bukan spekulasi. Ia menilai membangun kecurigaan tanpa dasar hanya akan menciptakan kegaduhan yang tidak produktif dan merugikan semua pihak.
“Tugas kita bukan saling menjatuhkan, tetapi bersama-sama membangun daerah. Kalau kemarin berbeda pandangan, hari ini mari menjadi kawan untuk kemajuan Mimika,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen, baik eksekutif maupun legislatif, menjaga suasana tetap kondusif dan fokus pada agenda pembangunan serta pelayanan publik.
“Masalah yang sudah selesai, biarlah tetap selesai. Hormati proses hukum dan fokus pada kerja nyata untuk masyarakat,” pungkasnya.(red)








Komentar (0)