Lewati ke konten utama

Pokja Program Kampung Didorong Bernilai Ekonomi dan Berkelanjutan

Redaksi FPPenulis
19.38 WIT2 menit baca53 dibaca
Screenshot 2026-03-30 113820
Screenshot 2026-03-30 113820Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

YAYASAN Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) berkomitmen untuk terus mendorong program kelompok kerja (Pokja) agar tidak sekadar berjalan rutin, tetapi benar-benar produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi perekonomian masyarakat.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka menekankan bahwa tahun 2026 ini setiap Pokja harus mampu menghasilkan karya nyata yang dapat terus bergulir dan menjadi penopang hidup masyarakat, baik di wilayah pesisir maupun pegunungan.

“Pokja-pokja tidak boleh hanya menjalankan kegiatan biasa. Tahun ini harus lebih produktif dan menghasilkan sesuatu yang bisa berkelanjutan serta membantu masyarakat,” ujar Leonardus di kantornya, Senin (12/1).

Leo menjelaskan, setiap Pokja telah diberikan anggaran yang diharapkan tidak habis untuk satu kegiatan saja, melainkan dapat dikelola secara bijak agar terus berkembang. “Pokja dikasih uang, dan kita berharap anggaran itu bisa bergulir. Bukan habis sekali pakai, tapi berkelanjutan,” tegasnya.

Arah kebijakan ini bertujuan agar masyarakat di kampung-kampung mampu mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Setiap wilayah diharapkan mengembangkan program sesuai karakter dan kekayaan alam setempat.

“Kalau di satu kampung potensi utamanya kopi, maka program kerjanya harus diarahkan untuk meningkatkan produksi kopi. Kopi Papua ini sangat diminati, bukan hanya di Indonesia, tapi juga sampai luar negeri,” jelasnya.

Untuk wilayah dataran tinggi, YPMAK melalui Wakil Ketua Perencanaan Program akan fokuskan pendampingan pengembangan dan penanaman kopi secara berkelanjutan. Sementara di wilayah pesisir, Pokja didorong menggali potensi lain seperti perikanan, perkebunan, maupun sektor ekonomi produktif lainnya.

“Wilayah pesisir punya potensi besar. Tinggal bagaimana Pokja melihat peluangnya dan mengelola dengan baik,” kata Leo.

YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), menginginkan setiap program benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Melalui penguatan Pokja yang berbasis potensi lokal, YPMAK berharap ekonomi masyarakat Amungme dan Kamoro dapat tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian kampung sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

“Kita ingin program itu berdampak. Bukan sekadar kegiatan, tapi betul-betul menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ungkapnya. (ots-1)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.