Timika, fajarpapua.com – Dalam semangat perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika menggelar kegiatan “Kalam Kudus Fair” sebagai wadah menampilkan talenta serta perkembangan iman dan intelektual para siswa.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Timika, Pdt. Nining Lebang, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, perayaan Imlek telah dilaksanakan pada pekan lalu di lingkungan sekolah, sementara puncak kegiatan Kalam Kudus Fair berlangsung selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk mengucap syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan pendidikan.
“Kegiatan ini kami dedikasikan sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan bagi sekolah kami. Anak-anak didorong untuk menampilkan apa yang mereka peroleh, baik dalam pertumbuhan iman maupun intelektual,” ujar Pdt. Nining.
Ia menambahkan, melalui berbagai penampilan siswa, pihak sekolah ingin menunjukkan kepada orang tua serta masyarakat bahwa proses pendidikan di Kalam Kudus tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai iman.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama sekolah tersebut adalah lingkungan yang majemuk.
Para siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya, baik anak asli Papua maupun non-Papua, yang belajar dan bertumbuh bersama dalam satu lingkungan pendidikan yang inklusif.
“Kami percaya prinsip tidak kenal maka tidak sayang. Anak-anak harus belajar mengenal perbedaan sejak dini agar mampu mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang,” jelasnya.
Selain menanamkan nilai toleransi dan karakter, sekolah juga mengembangkan sejumlah program unggulan, seperti metode Montessori untuk jenjang taman kanak-kanak serta integrasi firman Tuhan dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Program e-learning juga terus dikembangkan guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Mimika.
Sementara itu, Ketua Panitia Jerry Toya Saalino menjelaskan rangkaian kegiatan pada hari pertama diawali dengan pawai barongsai yang dimulai pukul 10.00 WIT.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa dari seluruh jenjang pendidikan, mulai dari playgroup hingga SMA.
Beragam talenta ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya paduan suara, permainan angklung, keyboard, drum, hingga penampilan band siswa.
Selain itu, siswa juga menunjukkan kemampuan akademik melalui demonstrasi pemecahan soal matematika, permainan catur Mandarin (xiangqi), serta sempoa dengan metode Mandarin hasil kolaborasi Departemen Mandarin dan Matematika.
Panitia juga menggelar sejumlah lomba edukatif seperti Ranking 1 untuk jenjang SD hingga SMA serta lomba cerdas cermat Mandarin khusus siswa SMA.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Kalam Kudus berharap dapat terus berkembang dan bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan di Mimika, khususnya di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro, serta mencetak generasi yang beriman, cerdas, dan berkarakter. (moa)


Komentar (0)