Lewati ke konten utama

Layanan Bedah di RS Banti Tembagapura Ditargetkan Mulai Berjalan Juni 2026

RedaksiPenulis
16.23 WIT2 menit baca17 dibaca
image
imageFoto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Layanan bedah di Rumah Sakit (RS) Banti, Distrik Tembagapura ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Kehadiran layanan bedah ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah pegunungan Mimika tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Dr. Reynold Ubra kepada wartawan, Kamis (5/3) mengatakan persiapan ruang operasi RS Banti saat ini terus dimatangkan, termasuk kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan.

“Kami menargetkan ruang operasi mulai beroperasi pada bulan Juni, dan pada 26 Juni 2026 dijadwalkan pelaksanaan kasus operasi pertama,” ujarnya.

Menurut Reynold, layanan bedah di RS Banti dirancang dengan konsep one stop service yang terintegrasi dengan berbagai unit pelayanan medis di rumah sakit tersebut.

"Sistem ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat dan komprehensif bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman," tambahnya.

Dengan adanya fasilitas operasi tersebut, pasien yang membutuhkan tindakan bedah tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit di Timika atau daerah lain, sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat.

Selain menyiapkan layanan bedah, Dinas Kesehatan Mimika juga melakukan sejumlah penguatan sistem pelayanan kesehatan, termasuk penerapan rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan serta pengembangan layanan telemedicine untuk menjangkau wilayah terpencil.

Melalui telemedicine, tenaga kesehatan di daerah pedalaman dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis atau melakukan rujukan secara daring apabila menghadapi kasus medis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Dengan sistem ini, pelayanan kesehatan tetap bisa optimal meskipun wilayahnya jauh dan aksesnya terbatas,” jelasnya.

Untuk menjamin keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan, pemerintah daerah juga mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa panel surya agar pelayanan tetap berjalan meskipun terjadi keterbatasan pasokan listrik.

Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, Dinas Kesehatan Mimika mencatat kebutuhan tenaga medis masih cukup tinggi.

Dengan jumlah penduduk sekitar 320 ribu jiwa dan pertumbuhan hampir 5 persen per tahun, idealnya setiap 1.000 penduduk dilayani minimal oleh dua dokter, dua perawat, dan dua bidan.

"Saat ini baru sekitar 79 dokter yang bertugas di Puskesmas di wilayah Mimika, sehingga masih terdapat kekurangan tenaga dokter," jelasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan tenaga kesehatan yang ada melalui sistem kolaborasi layanan dan pemanfaatan teknologi kesehatan. (mas)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.