Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua Tengah, berencana menggandeng pihak ketiga untuk mengelola sejumlah infrastruktur air bersih yang telah dibangun di wilayah pesisir Kabupaten Mimika.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan pengelolaan air bersih perlu dilakukan secara profesional karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
“Harus diserahkan kepada pihak ketiga, sehingga pengelolaan dilakukan secara teratur dan profesional,” kata Yoga.
Menurut Yoga, saat ini Dinas PUPR Mimika tengah membangun komunikasi dengan pihak ketiga yang akan menangani dan mengelola seluruh fasilitas infrastruktur air bersih yang telah dibangun di wilayah pesisir.
Ia menjelaskan, nilai anggaran kerja sama tersebut belum ditetapkan karena masih dalam tahap pembahasan terkait berbagai item yang akan dimasukkan dalam kontrak kerja sama.
“Kami sudah melakukan pendekatan. Nilai anggaran belum ditetapkan, kami masih membicarakan item-item apa saja yang tertuang dalam kontrak kerja sama kami dengan mereka,” ujarnya.
Yoga menjelaskan, sejak fasilitas air bersih tersebut dibangun, pengelolaannya sempat diserahkan kepada pemerintah distrik dan kampung.
Namun dalam pelaksanaannya, pengelolaan tidak berjalan maksimal karena membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.
“Sehingga mereka serahkan kembali ke kami. Kami juga memiliki keterbatasan personel, sehingga kami harus mencari pihak ketiga untuk mengelola secara profesional,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas PUPR Mimika bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam membangun fasilitas air bersih dengan teknologi Reverse Osmosis (RO), yaitu teknologi yang mampu mengolah air payau menjadi air bersih layak konsumsi bagi masyarakat di wilayah pesisir.
Fasilitas air bersih berbasis teknologi RO yang dibangun pada 2025 tersebut berada di beberapa kampung, di antaranya Kampung Atuka di Distrik Mimika Tengah, Kampung Kokonao di Distrik Mimika Barat, Kampung Amar di Distrik Amar, serta Kampung Uta di Distrik Mimika Barat Tengah.
“Tahun ini juga kami akan membangun lagi infrastruktur air bersih di Kampung Ipaya, Distrik Amar, menggunakan teknologi RO,” ujarnya.
Yoga juga mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Mimika untuk ikut menjaga fasilitas air bersih yang telah dibangun pemerintah agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut menggunakan anggaran yang sangat besar sehingga masyarakat diharapkan menjaga jaringan pipa maupun keran air yang telah dipasang.
“Fasilitas itu dibangun pemerintah dengan anggaran sangat besar nilainya, warga harus menjaga jaringan pipa dan keran yang sudah dipasang. Jangan merusak karena di beberapa kampung kami temukan pipa air dipotong oleh oknum warga,” katanya.
Ia menegaskan Pemkab Mimika berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah pesisir guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi dengan baik. (an)








Komentar (0)