Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, mengungkapkan penyesalannya atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein dalam wawancara emosional yang diwarnai air mata. Ia menyatakan bahwa selama ini telah dimanipulasi dan ditipu oleh pria yang terlibat dalam kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
Dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman AS mengungkap komunikasi intens antara Mette-Marit dan Epstein setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur. Meski demikian, hingga saat ini, putri mahkota tersebut belum menghadapi tuduhan kriminal resmi terkait kasus ini.
Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Stoere, menekankan perlunya Mette-Marit memberikan penjelasan lengkap mengenai hubungannya dengan Epstein. Ia menyebutkan bahwa sang putri menyesali kontak tersebut dan menanggung tanggung jawab atas ketidaktelitiannya dalam memeriksa latar belakang orang yang dikenalnya.
Dalam wawancara, Mette-Marit mengaku sempat tinggal di rumah Epstein di Palm Beach selama empat hari pada 2013 dan mengakui bahwa ia percaya pada orang yang memiliki teman bersama. Ia menyatakan siap mengakhiri hubungan jika mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein dari awal. Sementara itu, keluarga kerajaan dan masyarakat Norwegia terus mengikuti perkembangan kasus ini, yang turut mempengaruhi tingkat dukungan terhadap monarki di negara tersebut.








