Lewati ke konten utama

Garuda Buka Rute Timika–Denpasar, Bupati Rettob Dorong Ekspor Hasil Laut Kembali Bergeliat

RedaksiPenulis
14.24 WIT3 menit baca34 dibaca
image
imageFoto / MIMIKA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dibukanya kembali rute penerbangan langsung Timika–Denpasar oleh Garuda Indonesia menjadi angin segar bagi perekonomian Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk mendorong kebangkitan ekspor hasil laut ke pasar internasional.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan sektor perikanan memiliki potensi besar untuk kembali menembus pasar luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, hingga Jepang.

Komoditas unggulan seperti kepiting bakau, udang, dan ikan dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang stabil.

Menurut Bupati Rettob, sekitar lima tahun lalu para pelaku usaha di Timika rutin mengekspor kepiting bakau ke Singapura dan Malaysia melalui jalur udara dengan waktu tempuh relatif singkat.

Namun, aktivitas tersebut terhenti sejak pandemi COVID-19 melanda pada awal 2020, ditambah dengan penutupan rute penerbangan langsung Timika–Denpasar oleh Garuda Indonesia.

“Dulu setiap hari ada pengiriman kepiting bakau dari Timika ke Denpasar, bahkan bisa langsung ekspor ke Singapura dan Malaysia. Setelah rute ini ditutup, kegiatan ekspor ikut berhenti karena tidak efisien dari sisi waktu,” ujar Bupati Rettob.

Ia menambahkan, hasil laut asal Mimika, khususnya kepiting bakau, memiliki pasar premium dan menjadi salah satu menu favorit di sejumlah restoran besar di Bali dan Jakarta dengan harga jual tinggi.

Dengan kembali beroperasinya penerbangan langsung Timika–Denpasar yang dijadwalkan empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, Pemkab Mimika optimistis distribusi hasil laut akan semakin lancar dan kompetitif.

“Kami berharap ekspor hasil laut dari Mimika bisa hidup kembali. Pemerintah daerah juga telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengusaha di luar negeri,” katanya.

Selain kepiting bakau, Bupati Rettob mengungkapkan komoditas udang dari Timika sebelumnya juga pernah menembus pasar Jepang.

Hal ini menunjukkan produk perikanan Mimika memiliki daya saing di pasar global.

Di sisi lain, Pemkab Mimika mendukung penuh pengoperasian kembali rute tersebut karena tingginya kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang cepat dan efisien.

Rute ini juga dinilai penting bagi mobilitas pekerja, termasuk karyawan PT Freeport Indonesia dan tenaga kerja asing.

“Selama ini banyak yang menanyakan kapan rute Timika–Denpasar dibuka kembali. Dengan adanya penerbangan langsung ini, perjalanan menjadi lebih singkat dan biaya lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Timika, Kharisma Pujangga, menjelaskan rute ini sebelumnya sempat beroperasi sebelum dihentikan akibat pandemi.

Kini, penerbangan kembali dilayani dengan kode GA 652 dan GA 653.

“Pengoperasian kembali rute ini bertujuan meningkatkan konektivitas Papua Tengah, khususnya Mimika, guna mendukung sektor pariwisata dan bisnis serta menjawab kebutuhan pelanggan akan layanan yang cepat dan efisien,” kata Kharisma.

Dengan konektivitas yang kembali terbuka, diharapkan aktivitas ekonomi di Mimika, terutama sektor perikanan dan ekspor hasil laut, dapat bangkit dan berkembang lebih pesat. (mas)