Timika, fajarpapua.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Selasa (7/4) mendapat perhatian dari beberapa mitra kerja perusahaan. Momentum ini menjadi refleksi nyata atas perjalanan panjang perusahaan dalam membangun sinergi dengan masyarakat, mulai dari pemberdayaan pesisir hingga menjadi panggung utama bagi kebangkitan industri kreatif di Papua Tengah.
Apresiasi hangat disampaikan oleh berbagai mitra kerja yang merasakan langsung dampak positif kolaborasi ini. Mereka sepakat bahwa kehadiran PTFI telah melampaui peran sekadar perusahaan tambang, melainkan telah menjadi "mesin" penggerak ekonomi lokal.
Salah satu apresiasi datang dari CV Tribal sebagai salah satu mitra PTFI penggerak industri musik dan seni di Papua. Bagi mereka, PTFI adalah katalisator penting yang mampu memecah kebuntuan akses dan infrastruktur kreatif di wilayah Timur.
Dharma Permatasari Kajang, Direktur CV Tribal, mengungkapkan bahwa konsistensi PTFI dalam melibatkan musisi lokal patut diacungi jempol. PTFI hadir menyediakan wadah bagi talenta Papua untuk bersinar.
"Freeport membuktikan bahwa korporasi besar bisa menjadi motor penggerak ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Musisi lokal, baik yang sudah nasional maupun yang baru merintis, diberi ruang setara untuk berkembang,” ujar Dharma.
Ia juga menekankan adanya dampak yang dirasakan dari setiap kegiatan besar yang digelar perusahaan ini. Dalam operasinya CV Tribal melibatkan kru panggung, teknisi, hingga operator multimedia yang merupakan pekerja lokal orang asli Papua.
Tak hanya di panggung seni, dampak nyata PTFI juga dirasakan hingga ke tepian pesisir, salah satunya dari koperasi bernama Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL). Koperasi ini fokus pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika yang selama ini kerap terkendala akses pasar.
Ketua KMBL, Benyamin Meo menyampaikan rasa syukur dan selamat atas usia baru PTFI. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin selama ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan program berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan dasar.
“Selamat ulang tahun ke-59 untuk PT Freeport Indonesia. Dukungan yang diberikan telah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat kapasitas komunitas lokal kami,” ungkap Benyamin.
Memasuki usia ke-59, PTFI kian menegaskan bahwa sinergi antara industri dan masyarakat adalah kunci pertumbuhan yang inklusif. Perayaan ini menjadi bukti bahwa ketika perusahaan dan warga lokal berjalan beriringan, dampaknya akan melampaui angka-angka statistik—ia menciptakan kebanggaan, harapan, dan kemandirian ekonomi.
Di tengah dinamika pembangunan Papua, kolaborasi PTFI, Pemerintah, Koperasi dan para pengusaha lokal ini diharapkan terus menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan perekonomian yang stabil di wilayah Papua Tengah.








