Arab Saudi mempersiapkan sepuluh jalur darat strategis guna memudahkan perjalanan jemaah haji dari negara-negara tetangga menuju Tanah Suci, terutama Mekkah dan Madinah. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan ibadah haji yang semakin diminati umat Islam dari seluruh dunia.
Selain akses kereta api, pelabuhan laut, dan bandara, otoritas jalanan Saudi membangun jaringan jalan utama yang memenuhi standar internasional. Sistem ini dilengkapi fitur keselamatan terintegrasi untuk mengatur lalu lintas dan melindungi jemaah selama perjalanan. Rute-rute ini menghubungkan berbagai negara di Semenanjung Arab, termasuk Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Yordania, Yaman, dan Oman.
Misalnya, jemaah dari Bahrain bisa melalui King Fahd Causeway ke Al-Khobar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Riyadh, Taif, dan akhirnya Mekkah, dengan jarak sekitar 1.320 km. Sementara dari Kuwait, terdapat dua jalur utama, yaitu sepanjang 1.473 km melalui Al-Khafji dan Nairyah, serta 1.277 km via Al-Riggae dan Hafr Al-Batin.
Rute lainnya mencakup jalur darat dari UEA, Qatar, Irak, Yordania, Yaman, dan Oman, dengan jarak tempuh yang beragam dari 1.219 km hingga 2.150 km. Rencana ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan jemaah, sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Dengan pengembangan infrastruktur jalan ini, Saudi berkomitmen untuk menyediakan akses yang aman dan lancar, memastikan setiap jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tanpa hambatan di tengah keramaian musim haji yang terus meningkat setiap tahunnya.


Komentar (0)