Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang dan Ancam Kesehatan Publik

Gelombang Panas Ekstrem di India Tewaskan 16 Orang dan Ancam Kesehatan Publik
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi1 menit baca1 kali dibaca

Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah India menyebabkan setidaknya 16 orang meninggal dunia, khususnya di negara bagian Telangana. Pejabat setempat mengingatkan masyarakat untuk waspada dan menerapkan langkah-langkah perlindungan, mengingat kondisi iklim yang semakin tidak menentu.

Pernyataan resmi dari Menteri Perumahan, Penerimaan, serta Informasi dan Hubungan Masyarakat Telangana, Ponguleti Srinivasa Reddy, menyebutkan bahwa suhu yang mencapai level tertinggi pernah tercatat ini mengancam kesehatan masyarakat. Reddy menegaskan perlunya kewaspadaan nasional dan menginstruksikan pengeluaran peringatan dini agar warga dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan selama puncak gelombang panas. Beberapa kota besar di Asia Selatan, termasuk New Delhi, mencatat suhu di atas 40°C, bahkan beberapa daerah mencatat suhu mencapai 45°C dan lebih.

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa suhu ekstrem ini dapat menyebabkan dehidrasi parah dan mengentalkan darah, yang berisiko menyebabkan gangguan organ vital hingga kegagalan fungsi. Catatan suhu tertinggi yang pernah tercatat di India adalah 51°C di Phalodi, Rajasthan, pada 2016, menandai tantangan besar dalam penanganan perubahan iklim saat ini.