Timika, fajarpapua.com – Polres Mimika mengungkap identitas pria yang ditemukan meninggal dunia di Penginapan Sinar Ujung, Kamar 02, Jalan Pendidikan, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (26/8/2026) malam.
Korban diketahui berinisial EN (46), warga Aikawapuka, Distrik Mimika Tengah.
Kasi Humas Polres Mimika Iptu Amir Rado mengatakan, setelah menerima laporan penemuan warga meninggal dunia, personel Polres Mimika langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanganan tempat kejadian perkara (TKP).
Penanganan TKP dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., bersama Wakapolres Kompol Jaihot Limbong, S.H., Kabag Ops AKP Yulius Harikatang, Kasat Intelkam AKP Safri Patenrengi, Kasubbag Bin Ops AKP Anwar, S.E., serta Kasat Reskrim AKP Putut Yudha Pratama.
Berdasarkan keterangan saksi pertama berinisial F, resepsionis Penginapan Sinar Ujung, korban masuk ke Kamar 02 bersama seorang perempuan sekitar pukul 20.30 WIT.
Saat itu EN menyampaikan dirinya hanya akan menggunakan kamar tersebut dalam waktu singkat.
Sekitar pukul 21.30 WIT, korban keluar dari kamar sambil berteriak dan meminta perempuan yang bersamanya untuk keluar. Saat itu, korban terlihat mengalami kejang-kejang.
Perempuan tersebut kemudian keluar dari kamar dengan membawa pakaian, sandal, dan tas milik korban.
Sementara itu, saksi kedua berinisial RT, penjaga penginapan, menerangkan korban masuk ke Penginapan Sinar Ujung sekitar pukul 20.27 WIT dan menempati Kamar 02.
Sekitar 30 menit kemudian, korban keluar dari kamar dan duduk di kursi di area penginapan. Korban kemudian memanggil perempuan yang bersamanya untuk mengambil barang-barangnya.
Setelah perempuan tersebut berjalan meninggalkan lokasi, korban yang terlihat dalam kondisi kurang sehat kemudian menyusul.
Saat berada di tangga bagian bawah penginapan, korban tiba-tiba terduduk dan tidak sadarkan diri.
Sekitar pukul 21.48 WIT, penjaga penginapan mencoba membangunkan korban, namun tidak mendapat respons.
Jenazah korban akhirnya dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.
# Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Iptu Amir Rado menegaskan, penyebab pasti korban mengalami kejang-kejang, tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia belum dapat dipastikan.
Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan melakukan penyelidikan guna mengetahui secara utuh penyebab serta rangkaian kejadian yang menimpa korban.
Berdasarkan keterangan sementara dari dua saksi, perempuan yang bersama korban di Kamar 02 merupakan orang terakhir yang diketahui berada bersama korban sebelum kondisinya memburuk.
Karena itu, identitas dan keberadaan perempuan tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.
Petugas juga mendalami berbagai kemungkinan terkait kondisi korban, termasuk kemungkinan kondisi medis yang terjadi secara tiba-tiba, konsumsi atau paparan zat tertentu, maupun kemungkinan adanya peristiwa lain selama korban berada di dalam kamar.
“Penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya. (ron)














