Timika, fajarpapua.com – Dua orang menjadi korban penyerangan menggunakan panah wayer di sekitar Bundaran Petrosea, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (27/9) dini hari. Dalam kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia dan satu lainnya masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar,” katanya melalui pesan singkat.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Maiclalan Erens Jacop Koibur (16). Korban mengalami luka akibat terkena panah wayer pada bagian dada kiri. Sementara korban lainnya, Hikmah Baharado (15), mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis di RSMM Timika.
Berdasarkan informasi yang diterima fajarpapua.com, kejadian bermula saat kedua korban bersama sejumlah saksi mengendarai sepeda motor dari arah SP 2 menuju Nawaripi Dalam melalui Jalan WR Supratman.
Setibanya di sekitar Bundaran Petrosea, tiba-tiba sekelompok orang yang berada di taman melakukan pelemparan batu dan penyerangan menggunakan panah wayer.
Melihat kejadian tersebut, para saksi langsung memacu kendaraan untuk menjauh. Para pelaku sempat mengejar menggunakan sepeda motor hingga pertengahan antara Bundaran Petrosea dan lampu merah Irigasi, sebelum kembali ke arah Bundaran Petrosea.
Setibanya di lampu merah Irigasi, korban menyampaikan kepada saksi bahwa bagian belakang kepalanya terkena panah wayer. Para saksi kemudian membawa korban ke RSMM untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dokter RSMM dr. Joni membenarkan adanya korban yang terkena panah dalam kejadian tersebut. Menurutnya, satu korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih hidup dan mendapatkan perawatan.
“Yang masih hidup saya yang operasi tadi pagi. Kondisinya baik dan sadar,” ujarnya saat dihubungi fajarpapua.com melalui sambungan telepon.(ron)









